Travel

6 Fakta MRT Jakarta, Mimpi Mantan Gubernur Sutiyoso Akhirnya Jadi Nyata

Selasa, 26 Maret 2019 16:19 WIB
TribunTravel.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Moda raya terpadu (MRT) Jakarta rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) mulai beroperasi hari ini, Senin (25/3/2019).

Sebelumnya, MRT telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Minggu (24/3/2019).

Bagi warga ibu kota, adanya MRT tentu akan menjadi solusi menghadapi kemacetan di setiap sudut Jakarta.

Sebelum menaiki MRT, simak beberapa fakta tentang MRT Jakarta berikut ini:

1. Waktu Operasional

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, mulai hari ini sampai April 2019, MRT Jakarta akan beroperasi mulai pukul 05.30 WIB sampai 22.30 WIB.

Headway atau waktu tunggu kedatangan kereta tiap 10 menit.

"MRT akan beroperasi dengan 8 rangkaian mulai pukul 05.30 sampai dengan 22.30 selama bulan Maret dan April," ujar Anies di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu, mengutip dari Kompas.com.

Setelah April, Anies menyebut MRT yang dioperasikan akan ditambah menjadi 16 rangkaian kereta.

Headway kereta pun menjadi 5 menit.

Selain itu, waktu pengoperasian MRT Jakarta akan diperpanjang, yaitu mulai pukul 05.00 sampai 24.00 WIB.

2. Dioperasikan Secara Gratis

MRT Jakarta akan dioperasikan secara gratis pada 25-31 Maret 2019.

Meski demikian, penumpang tetap harus membeli tiket mulai hari ini.

Namun, saldo pada tiket tak akan terpotong saat melakukan tap-in.

Tarif MRT akan diberlakukan mulai 1 April 2019.

3. Tarif

Tarif MRT fase 1 rute Lebak Bulus-Bundaran HI akan ditetapkan antara Rp10.000 sampai Rp16.000.

Tarif MRT Jakarta tidak menerapkan metode flat layaknya transportasi umum di Jakarta lainnya.

"Kalau ini tarifnya berdasarkan stasiun. Jadi nanti rata-rata per kilometer sekitar Rp1.000. Anda naik dari stasiun mana, turun stasiun mana, tarifnya berbeda-beda," kata Anies, dikutip dari Tribunnews.

Senada dengan Anies, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan, tarif yang ditetapkan akan berbeda, tergantung naik turun di tiap stasiun.

4. Pembayaran Secara Non-tunai

Pembayaran tiket dilakukan secara nontunai dengan menggunakan kartu uang elektronik.

Salah satu bank yang melayani pembayaran tiket MRT adalah Bank DKI.

Dengan menggunakan JakCard, Bank DKI memperkirakan dapat meningkatkan jumlah penumpang MRT.

"Dengan menggunakan teknologi contactless chip, pengguna moda transportasi MRT Jakarta cukup mendekatkan JakCard pada mesin pembaca atau contactless card reader yang telah tersedia," kata Direktur Teknologi & Operasional Bank DKI Priagung Suprapto, dikutip dari Kompas.com.

5. Mimpi Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso

Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menceritakan kisahnya 15 tahun lalu saat mulai merealisasikan proyek MRT.

"Pada tahun 2003 saya sudah berpikir bagaimana atasi macet saat itu. Sebab dalam survei yang dilakukan pakar transportasi, saat itu hanya 20 persen kendaraan umum di Jakarta. Sisanya sebesar 80 persen merupakan kendaraan pribadi," jelas Sutiyoso saat peresmian MRT fase 1 pada Minggu.

Mengutip dari Kompas.com, saat itu Sutiyoso mengambil langkah untuk studi banding ke beberapa kota di luar negeri, salah satunya adalah Bogota, Ibu Kota Kolombia.

"Saya belajar dari sana, dan bahkan datangkan pakar asal Bugota untuk bekerja bersama pakar transportasi kita. Mengapa Bogota? Karena negara ini persis seperti Jakarta semrawutnya. Tapi mereka bisa selesaikan masalah itu dengan membuat kendaraan umum yang representatif," kata Sutiyoso.

Sutiyoso akhirnya membuat empat perencanaan kendaraan umum representatif.

"Bawah tanah adalah MRT, di atasnya ada busway, di atas busway ada monorel, lalu sebagai alternatif adalah water way, jadi memanfaatkan kali di Jakarta untuk lewat transportasi, tapi itu alternatif saja," ungkapnya.

Sutiyoso juga memberi alasan tentang lamanya proses pembangunan MRT.

"Memang tidak bisa cepat, karena ada risetnya lama. Harus mencari tahu apakah tipe tanah di Jakarta cocok untuk dibangun MRT, lalu mencari investor, sebab ini proyek dengan nilai investasi besar," terangnya.

Momen diresmikannya MRT merupakan hal yang spesial bagi Sutiyoso.

6. Pembangunan MRT fase 2

Setelah diresmikan kemarin Minggu, pemerintah akan kembali membangun MRT fase 2 dengan jalur sepanjang 231 kilometer.

Nantinya, pembangunan fase ini akan dilanjutkan dari Bundaran HI hingga Kampung Bandan.

Pembangunan tahap kedua ini diperkirakan akan memakan waktu selama 10 tahun dengan anggaran sebesar Rp571 triliun.

Diwartakan Tribun Jakarta, anggaran Rp571 triliun rencananya juga akan meliputi penataan ruang dan permukiman.

"Termasuk penataan ruang dan pemukiman serta masalah berkaitan dengan drainase dalam kota. Yang kita bicarakan ini wilayah Jabodetabek, LRT MRT terintegrasi," kata Presiden Joko Widodo. (Tribun Travel/Sinta Agustina)

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul 6 Fakta MRT Jakarta, Mimpi Mantan Gubernur Sutiyoso Akhirnya Jadi Nyata

ARTIKEL POPULER:

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Perampok Serang Toko Kelontong hingga Gasak Perangkat CCTV untuk Meghilangkan Jejak

Kecelakaan Maut di Merangin, Lima Orang Karyawan Bank Terbakar Dalam Mobil

TONTON JUGA:

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Aprilia Saraswati
Sumber: TribunTravel.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved