Viral Video

Video Ayah Marah-marah karena Anaknya 8 Bulan Tewas Diduga karena Ditelantarkan Rumah Sakit

Selasa, 26 Maret 2019 09:43 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Viral video seorang orangtua bayi yang marah karena anaknya tewas diduga ditelantarkan rumah sakit.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @medantau.id pada Sabtu (23/3/2019).

Amelia Putri Karolina br Pinem (8 bulan) merupakan anak dari pasangan Bobby Pinem dan Endang Nababan.

Tampak wanita tersebut sedang menggendong anaknya yang menangis di sebuah rumah sakit di Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara.

Sedangkan, seorang pria yang merekam video marah-marah menyalahkan pihak rumah sakit yang memiliki penangan yang buruk.

"Terima kasih Rumah Sakit Sidikalang. Kami emang masyarakat miskin tapi tak miskin hati," serunya.

Bahkan, pria tersebut juga merekam dan masuk ke dalam ruang perawat di rumah sakit tersebut.

"Terima kasih yang buat kami menderita," serunya sambil mendatangi satu per satu perawat.

Dikutip dari Tribun Medan, paman korban, Rikardo Nababan, mengungkapkan anaknya mengalami demam dan mencret tiga hari dan kemudian dibawa ke IGD RSU Sidikalang pada Jumat (22/3/2019).

Setelah diperiksa, seorang dokter mendiagnosa korban mengalami dehidrasi kemudian dipasangi infus, tabung, dan selang oksigen.

Satu jam kemduian, seorang dokter lainnya datang dan memberitahu korban mendeirta sakit infeksi paru-paru yang membuat keluarga kebingungan.

"Kami keluarga dibuat bingung, entah yang mana yang betul. Satu institusi, bisa dua pendapat. Di IGD, dokter membolehkan diberi ASI, sedangkan di ruang rawat tidak," ujar Ricardo.

Ricardo mengatakan sekitar pukul 22.00 WIB, napas Amelia tersengal-sengal dan kondisinya memburuk hingga disarankan untuk dirujuk.

Ternyata semua rumah sakit di Medan sedang tidak ada dokter anak.

"Setelah menunggu lama, barulah akhirnya ditemukan RS Bina Kasih Medan. Kami diminta untuk menyediakan uang Rp10 juta sebagai panjar," terangnya.

Saat akan dibawa ke rumah sakit lain, tiga ambulans yang terparkir ternyata semuanya rusak.

"Padahal, sewaktu kami ketahui semua ambulans rumah sakit rusak, kami sudah menawarkan untuk menggunakan mobil kami saja, tetapi mereka (manajemen RSUD Sidikalang) 'ngotot' harus pakai ambulans," sambungnya.

Setelah mencari ambulans ke puskesmas mereka dapat, tetapi saat Amelia diangkat ke ambulans Ricardo meraasa ada yang aneh tabung oksigen panas dan bermassa lebih ringan.

"Sempat aku bilang, tabung oksigennya ini sudah habis. Namun petugas menjawab belum dan buru-buru membawa Amelia ke dalam ambulans," ujarnya.

Amelia sudah tidak bergerak lagi dan tidak ada tarikan napasnya, tetapi petugas medis mengatakan ia masih bernyawa.

Hingga sampai dalam ambulans, petugas medis mengakui tabung oksigen sudah habis dan korban telah meninggal dunia.

"Sebetulnya kami menduga kuat keponakan kami (Amelia) sudah meninggal dunia di ruang rawat Melur. Itulah kelicikan mereka, agar seolah-olah keponakan kami meninggal dunia di dalam perjalanan menuju ke Medan, bukan di RSUD Sidikalang," ujar Ricardo.

Keluarga tidak menuntut pertanggungjawaban dari RSUD Sidikalang, tetapi hanya ingin mereka mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

Simak video di atas! (Tribun-Video.com/Aprilia Saraswati)

ARTIKEL POPULER:

Ditanya Pilih Jokowi atau Prabowo, Begini Jawaban dan Saran Cak Nun

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Video Detik-detik Personel Band Seventeen Diterjang Tsunami di Banten saat Tampil, 2 Orang Meninggal

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Aprilia Saraswati
Video Production: Purwariyantoro
Sumber: Tribun Video
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved