Rabu, 15 April 2026

Terkini Nasional

'Cebong' dan 'Kampret' Sering Digunakan dalam Politik, MUI Minta Masyarakat Stop Pakai Istilah Itu

Senin, 25 Maret 2019 20:48 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap masyarakat tidak lagi meneriakkan istilah "kecebong" maupun " kampret" sebagai perbedaan pilihan politik dalam ruang publik seperti majelis taklim.

"Saya melihat istilah-istilah yang tidak baik itu tidak perlu dipertahankan atau diteruskan karena itu menyalahi 'ahlakul karimah'," kata Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Muhyidin Junaidi menjawab pertanyaan media yang ditemui di Jakarta, Senin (25/3/2019).

Menurut Muhyidin, pendukung masing-masing kubu politik tidak perlu memberi predikat tertentu kepada pihak yang memiliki perbedaan pandangan politik dengannya.

Dalam masa pesta demokrasi saat ini, masyarakat kerap menjuluki dua panggilan bagi masing-masing pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Istilah "kecebong" kerap diarahkan kepada pendukung pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, sedangkan "kampret" kerap diarahkan kepada pendukung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Kalau kita tidak senang kepada pihak tertentu, ya sudah, tidak usah kita kasih predikat 'kecebong', 'kampret', dan lain sebagainya. Itu tidak terpuji," kata Muhyidin.

Muhyidin menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik jangan sampai menjadikan bangsa Indonesia terpecah belah.

Ia juga mengajak umat Muslim untuk memanfaatkan hak pilihnya dalam pemilu, 17 April 2019.

Simak video di atas. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "MUI Minta Masyarakat Stop Pakai Istilah "Cebong" dan "Kampret""

ARTIKEL POPULER:

Kejar Mimpi Setinggi Langit, Ibu dan Anak Jadi Pilot dan Terbangkan Pesawat Bersama

Persib Bandung Gelar Pemusatan Latihan di Batam, Berikut Daftar Pemain yang Dibawa

Resmikan MRT, Jokowi Sebut Pintu Gerbang Peradaban Baru Indonesia

TONTON JUGA:

Editor: Fatikha Rizky Asteria N
Video Production: Fatikha Rizky Asteria N
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved