Lifestyle

17 Desainer Sulap Limbah Bekas Pakai Perlengkapan Hotel jadi Busana Bernilai Tinggi

Minggu, 24 Maret 2019 16:27 WIB
Tribun Bali

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri

TRIBUN-VIDEO.COM - Tahukah kalian Tribunners kemana sprei, handuk, tirai, kain, keset, sarung bantal dan berbagai limbah bekas pakai perlengkapan hotel lainnya dikelola?

Di buang atau didaur ulang?

Sebanyak 17 desainer menyulap limbah bekas pakai perlengkapan hotel menjadi 67 busana-busana kece siap pakai dan memiliki nilai jual tinggi.

Busana-busana dari limbah bekas pakai perlengkapan hotel dipamerkan di fashion show busana dalam acara launching "Linens For Life" di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, Nusa Dua, Bali, Sabtu (23/3/2019) malam.

Seorang desainer yang ikut dalam acara ini, Yulia Tori mengusung tema After Sport.

Yulia Tori menjelaskan, teknik pencelupan ia gunakan untuk menghilangkan kesan kain bekas untuk mengganti warna.

"Saya rancang menjadi busana seperti beach way bukan sport lagi sebenarnya."

"Kain-kain ini dari kain bekas pakai di hotel. Misalnya handuk, sprei gitu kan ya. Itu kita olah sesuai dengan kekreativitasan kita."

"Lima busana ini kita bikin selama 1 bulan. Itu kan semua kita dapat putih warnanya."

"Ini sebelumnya memang prosesnya lama. Kita harus pikir dulu mau dibikin motif dan warna apa,"

"Baru pertama kali ini buat outfit dari kain bekas ya. Pertama juga kita mikir apa ini, kok bahan dari kain bekas dan anggapan negatif lainnya. Tetapi setelah di olah malah seperti kelihatan baru kan ini tidak terlihat seperti kain bekas," ucapnya kepada Tribun-Bali.com, Sabtu (23/3/2019).

Ia juga menyebutkan busana limbah bekas pakai perlengkapan hotel rancangannya dijual mulai dari harga Rp 1 juta.

Sementara, General Manager Ibis Style Bali Benoa, Risya Wulansari menuturkan, masing-masing hotel mengganti kain-kain hotel setiap 6 bulan atau setahun sekali.

"Pergantian kain-kain linner di masing-masing hotel itu berbeda. Ada yang setiap tahun baru diganti."

"Ada yang memang setiap enam bulan baru diganti. Minimal paling cepat enam bulan itu diganti. Tiap hotel memang berbeda-beda dan itu jumlahnya ribuan," ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan limbah bekas pakai perlengkapan hotel terdiri dari sprei, duver cover, sarung bantal, handuk, tirai, keset, seragam pegawai ganti setiap tahun, dan jenis lainnya.

"Kalau tidak didaur ulang ya bisa menganggu lingkungan pastinya. Ada beberapa pengepul yang tidak mau mengambil limbah bekas itu yang bagus-bagus saja diambil."

"Yang jelek-jelak tidak mau diambil. Padahal yang jelek pun itu bisa lho diolah lagi meskipun yang dekil juga bisa diolah," ungkapnya.

67 busana dari limbah bekas pakai perlengkapan hotel yang dipamerkan, yakni busana kategori kasual, pakaian malam, dan gaun tidur. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul 17 Desainer Sulap Limbah Bekas Pakai Perlengkapan Hotel jadi Busana Bernilai Tinggi

ARTIKEL POPULER:

Ditanya Pilih Jokowi atau Prabowo, Begini Jawaban dan Saran Cak Nun

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Video Detik-detik Personel Band Seventeen Diterjang Tsunami di Banten saat Tampil, 2 Orang Meninggal

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Bali
Tags
   #Lifestyle   #Limbah plastik   #desainer
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved