BREAKING NEWS
BREAKING NEWS: Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus di Jarak 8 KM, Pemukiman Dilanda Kabut-Hujan Pasir
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Intensitas aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih dalam status waspada sampai Sabtu (9/11/2024).
Dilaporkan, erupsi gunung di bagian tenggara Pulau Flores berketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut (MDPL) masih muncul titik api di atas puncak kawah.
Sesuai laporan tertulis Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, menyebut kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya.
Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 7.4 mili meter (mm) dan durasi sementara ini ± 8 menit 13 detik
Status Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Level IV (Awas).
Baca: [FULL] Gunung Lewotobi Laki-laki Berpotensi Luncurkan Bom Lava Lagi, Sudah Diprediksi Sejak Oktober
Masyarakat atau pengunjung diminta agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 7 kilometer dari pusat gunung.
Diketahui, sejumlah desa dalam wilayah Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, gelap gulita akibat dilanda material letusan Gunung Lewotobi Laki-laki, Jumat, 8 November 2024 Pukul 13.55 Wita.
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi di Desa Puluera, melaporkan tinggi kolom abu letusan mencapai 8 kilometer di atas puncak kawah Gunung Lewotobi Laki-laki.
Dalam laporan itu, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke barat daya, barat, dan barat laut.
Bersamaan dengan itu, terdapat luncuran awan panas guguran ke arah utara-timur laut dan barat.
Sementara di Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, mendengar suara gemuruh panjang, getaran, serta guntur kilat.
Beberapa menit berselang, pemukiman Desa Boru dan desa-desa sekitarnya berubah gelap gulita lantaran dilanda kabut tebal.
Wilayah ini masih dilanda hujan pasir dengan intensitas tebal. Atap seng terdengar nyaring selama 1 jam terakhir.
Warga juga dilanda hujan pasir pada Jumat (8/11/2024) lalu.
Seisi pemukiman dilaporkan dalam kondisi gelap karena terdampak hujan pasir bercampur abu vulkanik.
Baca: Proses Evakuasi Warga di Flores Timur saat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Menurut laporan rekan jurnalis di Posko Pengungsian Kabupaten Sikka, hujan pasir melanda ke sejumlah desa di Kecamatan Talibura, Sikka.
Di sisi lain, sebanyak 567 warga Flores Timur berinsiatif mengevakuasi diri secara mandiri dengan berjalan kaki ke Pruda di Kabupaten Sikka pada Jumat (8/11/2024) lalu.
Evakuasi mandiri ini dilakukan karena akses jalur jalan yang hendak dilewati menuju tempat yang aman terhalang oleh hujan abu letusan Gunung Lewotobi.
Diketahui para pengungsi yang berjalan kaki ke Pruda berasal dari Desa Ojan Detun, Desa Hewa dan Watubuku. Terdapat 123 KK.
Hingga Jumat (8/11/2024) malam, 567 warga tersebut belum mendapatkan bantuan apapun.
Meski demikian, warga sekitar berupaya membantu para pengungsi dengan memberikan makanan dan minuman semampu mereka.
Hal itu disampaikan oleh seorang warga Pruda, Margaretha Dadin.
(Tribun-Video.com/TribunFlores.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunflores.com dengan judul Imbas Letusan Gunung Lewotobi, 567 Warga Flores Timur Jalan Kaki ke Pruda Sikka
#gununglewotobi #gununglewotobintt #gunungmeletushariini
Reporter: Sandy Yuanita
Video Production: Januar Imani Ramadhan
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Dampak Gunung Lewotobi Laki-laki NTT Kembali Meletus, Warga Alami Luka Bakar dari Abu Panas
Jumat, 21 Maret 2025
BREAKING NEWS
BREAKING NEWS: Jagoan Cikiwul Resmi Jadi Tersangka, Sebar Puluhan Proposal Dana Bagi Takjil
Jumat, 21 Maret 2025
To The Point
Gunung Lewotobi di Flores NTT Meletus, Abu Letusan Capai Ketinggian 8000 Meter Warga Diminta Waspada
Jumat, 21 Maret 2025
Tribunnews Update
LIVE: Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Dahsyat Dini Hari, Warga Luka Terkena Abu Panas
Jumat, 21 Maret 2025
BREAKING NEWS
BREAKING NEWS: Demo Tolak RUU TNI di Depan DPR RI, Massa Datang Bawa Spanduk hingga Pakai Bus
Kamis, 20 Maret 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.