Senin, 13 April 2026

HOT TOPIC

Gallant Balas Dendam ke PM Israel seusai Dipecat hingga Perang AS-Iran Pecah seusai Trump Menang?

Jumat, 8 November 2024 13:43 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Mantan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant tak tinggal diam seusai dipecat PM Benjamin Netanyahu.

Yoav Gallant membocorkan informasi penting terutama kepada keluarga sandera yang ditahan di Gaza.

Dikutip dari The Times of Israel, balas dendam itu dilakukan Gallant hanya beberapa jam setelah pemecatan.

Gallant langsung mengadakan pertemuan dengan keluarga sandera yang ditawan di Gaza.

Kepada mereka, Gallant mengatakan tentara Israel tidak memiliki alasan untuk tetap berada di Jalur Gaza.

Sebaliknya, Netanyahu sengaja menahan tentaranya di Gaza karena keinginan untuk tetap tinggal di sana.

Ia juga mengatakan tidak ada lagi yang bisa dilakukan di Gaza.

Menurut Gallant, tentara Israel sudah banyak melakukan kemajuan di wilayah perang tersebut.

Oleh sebab itu, Gallant mengatakan gagasan tentara Israel yang harus tetap berada di Gaza untuk menciptakan stabilitas merupakan tidak tepat.

Justru hal itu mempertaruhkan nyawa tentara Israel.

Gallant juga menjelaskan kepada keluarga para sandera bahwa ia percaya akan buruk bagi Israel untuk memerintah Gaza.

Sementara itu, Iran mengalami kemarahan besar seusai Donald Trump memenangkan Pilpres AS 2024.

Pasalnya, Donald Trump mengaku akan melemahkan Iran.

Bahkan Iran mengancam akan menyerang Israel seusai kemenangan Trump.

Dikutip dari The Times of Israel, utusan khusus Donald Trump untuk Iran, Brian Hook membocorkan rencana Trump.

Ia mengatakan Trump tidak berminat pada perubahan rezim di Teheran.

Sebaliknya, Trump berusaha mengisolasi dan melemahkan Republik Islam tersebut.

Terlebih, Hook menuduh selama ini pemerintahan Biden telah mengambil kebijakaan peredaan dan akomodasi dengan Iran.

Kondisi itu disebutnya menyebabkan kegagalan pencegahan karena tidak seorang pun percaya AS memiliki kekuatan militer yang kredibel.

Di satu sisi, pejabat Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Ali Fadavi mengancam melancarkan serangan besar ke Israel seusai Trump menang.

Pasalnya, para pejabat Barat mengatakan kemungkinan Trump akan kembali memberikan sanksi yang lebih berat kepada industri minyak Iran.

Selain itu Trump mungkin mendorong Israel untuk menyerang fasilitas nuklir Republik Islam tersebut dan membunuh para pejabat senior Iran.

Kondisi tersebut membuat Iran menabuh genderang perang dengan AS-Israel.

(Tribun-Video.com)


#israel #palestine #gaza #jalurgaza #yoavgallant #pmisrael #benjaminnetanyahu #eksmenhanisrael #menhanisrael

Editor: Tim Kreatif Tribun-video.com
Video Production: Difa Isnaeni Azizah
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved