Mancanegara

Gara-gara Sering Minum Es Teh, Ginjal Pria Ini Rusak

Rabu, 20 Maret 2019 10:06 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Es teh telah menjadi minuman favorit sejumlah orang, terutama di Indonesia.

Mulai dari warung hingga restoran berkelas pasti menyediakan es teh sebagai teman makan.

Namun, segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan pasti akan berdampak buruk, termasuk es teh.

Begitulah kisah tentang seorang lelaki Arkansas yang minum es teh begitu banyak sehingga membuatnya menderita gagal ginjal.

Dikutip dari Reuters, Tiga dokter Arkansas, Amerika Serikat menggambarkan kasus itu dalam sebuah surat yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine.

Pria berusia 56 tahun itu dilaporkan muncul di rumah sakit dengan kelemahan, kelelahan, dan nyeri tubuh, bersama dengan kreatinin tingkat tinggi, yang digunakan sebagai indikator fungsi ginjal.

Namun, dokter dibuat bingung karena pria itu tak memiliki sakit ginjal, maupun riwayat sakit ginjal di keluarganya.

Karena dokter kebingungan, pria itu pun mengaku minum 16 gelas es teh setiap hari.

Teh hitam diketahui kaya akan oksalat, merupakan senyawa kimia yang dapat berdampak negatif pada ginjal.

Karena pasien mengonsumsi tiga hingga 10 kali lebih banyak asupan oksalat lebih banyak dari normalnya, tidaklah mengejutkan jika ginjalnya langsung berhenti berfungsi dengan baik.

"Dalam kasus ini ada kristal oksalat di dalam ginjal, dan itu menghasilkan reaksi inflamasi," kata Umbar Ghaffar dari University of Arkansas for Medical Sciences kepada Reuters.

dr Gaffar menyebutkan makanan lain seperti stroberi dan bayam juga kaya akan oksalat, sehingga perlu dikontrol mengonsumsinya.

"Jika itu tidak terselesaikan, itu akan menyebabkan jaringan parut dan kehilangan jaringan ginjal. Jadi itulah yang mungkin terjadi pada pasien ini," tuturnya.

Sementara itu penyakit ginjal kronis kerap disebut sebagai the silent killer.

Sering kali penderita tidak merasakan gejala tertentu hingga penyakit sudah memasuki stadium lanjut dan fungsi ginjal telah menurun.

"Penyakit ini baru diketahui orang umumnya ketika sudah mencapai stadium tiga sampai empat. Pasien heran saat disuruh cuci darah karena tidak tahu sudah terkena penyakit ginjal sebelumnya," ujar Guru Besar Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Parlindungan Siregar, seperti dikutip Kompas.com, Jumat (13/3/2015).

Keterlambatan deteksi dan penanganan penyakit tersebut menyebabkan prevalensi kematian akibat ginjal kronis di beberapa negara cukup tinggi.(Tribun-Video/Alfin Wahyu Yulianto)

ARTIKEL POPULER:

Kabar Gembira yang Selalu Ditunggu-tunggu, THR dan Gaji PNS Cair Kapan? Ini Jawab Sri Mulyani

Main Serial Running Girl, Pulang-pulang Amanda Rawles Pakai Koyo dan Dipijat

Goyang Jempol Jokowi Jadi Trending, Pertiwi Lakukan Flashmob di Pasar Atom Surabaya

TONTON JUGA:

Editor: Fatikha Rizky Asteria N
Reporter: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Firdausi Rohmah Rizki Ananda
Sumber: Tribun Video
Tags
   #es teh
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved