Travel

Perkebunan Manggis di Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan

Jumat, 15 Maret 2019 21:31 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM, KAJEN - Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan yang berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara memiliki potensi perkebunan yang menjadi primadona ekspor beberapa negara.

Misalnya buah manggis di Kecamatan Paninggaran, di mana setiap tahunnya dikirim ke Tiongkok, Timur Tengah hingga Belanda.

Potensi perkebunan manggis di Kecamatan Paninggaran tersebut hingga kini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.

Supeno (38) satu di antara petani manggis di Desa Paninggaran, mengaku bisa meraup keuntungan Rp 3 juta dari setiap pohon manggis yang ia miliki.

"Saya punya 15 pohon manggis dan semuanya produktif, panen raya Maret hingga April mendatang setiap pohon bisa menghasilkan 3-4 kuintal jika dirata-rata mencapai Rp 3 juta," jelasnya, Kamis (14/3/2019).

Supeno mengatakan, hasil panen hanya bisa dijual ke pengepul yang ada di Kecamatan Paninggaran karena ia buta akan pasar ekspor.

"Saya jual borongan ke pengepul, kalau kualitas buah biasa dihargai Rp10 ribu per kilogram, sedangkan kualitas super Rp 24 ribu hingga Rp 25 ribu."

"Pengepul biasanya melakukan sortir untuk kemudian dikirim ke tempat pengemasan yang ada di Jawa Barat untuk diekspor," ujarnya.

Supeno menuturkan tak pernah mengalami kesulitan dalam merawat pohon manggis yang ada di kebunnya.

"Pohon manggis tidak perlu perawatan khusus, hanya hama tupai saja kendalanya."

"Terkait persediaan pupuk di desa juga mencukupi," paparnya.

Sementara Kepal Desa Paninggaran, Rusdiyono menjelaskan terdapat 900 pohon manggis di Desa Paninggaran yang bisa dipanen setiap tahunnya.

"Kalau pohon manggis muda yang belum produksi buah ada 5.600 pohon, jika ditotal ada 6.500 pohon."

"Beberapa tahun mendatang kami yakin Kecamatan Paninggaran bisa menjadi sentra manggis," imbuhnya.

Dipaparkan Rusdiyono terdapat 15 desa penghasilan manggis di Kecamatan Paninggaran, di mana sekali panen bisa mencapai puluhan ribu ton.

"Dari data Kecamatan Paninggaran total pohon manggis yang siap panan mencapai 3.231, sedang pohon muda yang belum bisa produksi buah ada 12.478 pohon," terang Rusdiyono.

Diakuinya para petani terkendala saat ingin melakukan ekspor ke luar negeri, karena belum adanya packing house.

Dan selama ini manggis dari Paninggaran diekspor oleh pihak ketiga ke berbagai negara termasuk Tongkok, Arab Saudi, dan sebagai ke Belanda.

"Sementara ini petani hanya menjual produk buah saja, belum diolah untuk prodak lainnya."

"Kami berkeinginan petani buah manggis di Paninggaran bisa mengekspor sendiri buah manggis agar keuntungan secara ekonomi bisa lebih besar."

"Tapi untuk melakukan hal tersebut harus ada packing house untuk menyortir dan melakukan perijinan ekspor, semoga saja Pemkab Pekalongan bisa membantu," tambahnya.  (Tribun Jateng/Budi Susanto)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Manggis Asal Paninggaran Pekalongan Tembus Pasar Timur Tengah hingga Belanda

ARTIKEL POPULER:

Ditanya Pilih Jokowi atau Prabowo, Begini Jawaban dan Saran Cak Nun

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Video Detik-detik Personel Band Seventeen Diterjang Tsunami di Banten saat Tampil, 2 Orang Meninggal

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Tags
   #perkebunan   #manggis   #Pekalongan
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved