Kamis, 3 April 2025

Local Experience

Cari Kain Sutra Asli? Datanglah ke Kampung Sutra di Kabupaten Wajo

Jumat, 25 Oktober 2024 13:02 WIB
Tribun Timur

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, dikenal sebagai daerah penghasil sutera terbesar. Bahkan, ada satu kampung di Kabupaten Wajo yang dijuluki Kampung Sutera.

Letaknya di Desa Pakkanna, Kecamatan Tanasitolo. Berjarak sekitar 3 kilometer dari Kota Sengkang, Ibu Kota Kabupaten Wajo.

Hampir semua warga di Desa ini berprofesi sebagai penenun dan pedagang kain sutra.

Sangat mudah menemukan Kampung Sutera ini. Sebab, anda dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun empat untuk menuju ke lokasi. 

Dari Masjid Agung Sengkang, hanya berjalan lurus mengikuti Jl Poros Anabanua-Sengkang.

Setelah itu, di sebelah kiri anda akan menemukan Gapura bercorak Sutera, di situ tertulis Kampung Sutera Sengkang.

Di sana, masyarakat maupun wisatawan dapat membeli sekaligus melihat proses produksi kain sutra. 

Ada beragam motif kain sutera disediakan. Antara lain corak Balo Tettong bergaris atau tegak, Makkalu artinya melingkar, Mallo’bang atau berkotak kosong, Balo Renni atau berkotak kecil dan masih banyak lagi.

Adapun alat digunakan dalam menenun sutra yakni, Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang masih tradisional.

Salah satu toko yang ada di kampung sutera adalah Toko Aminah Akil Silk, milik H. Saharuddin.

Harga sutera dengan bahan dasar benang kokon dibanderol sebesar Rp300 - Rp400 ribu per meter. Sementara, kain sutera dengan bahan dasar polyester seharga Rp50 ribu per meter.

Lalu, bagaimana membedakan kain sutera asli dengan kain non sutera ?

Saharuddin mengungkap jika membakar sehelai kain sutera asli, akan mengeluarkan aroma rambut atau bulu ayam. Sedangkan non sutera jika dibakar, akan berbau kertas.

Dewasa ini, kain sutera banyak dijual melalui online. Tetapi, adapula yang dikirim ke berbagai daerah seperti Jakarta, Bali dan Sumatera.

Kain Sutera acapkali digunakan untuk membuat pakaian, seperti baju pesta, sarung dan selendang. Selain itu, banyak diproduksi menjadi tas, dompet hingga dasi.

Program: Kisah Inspiratif Local Experience
Editor Video: Damara Abella Sakti

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Damara Abella Sakti
Sumber: Tribun Timur

Video TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved