Terkini Metropolitan

Dalam Tiga Bulan, Tiga Bayi Dibuang di Tangerang Selatan

Jumat, 15 Maret 2019 13:08 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUN-VIDEO.COM, TANGERANG SELATAN - Dalam 15 bulan belakangan, Tangerang Selatan (Tangsel), kota yang berjargon Cerdas Modern Religius itu, seperti menjadi tempat pembuangan jasad bayi.

Bayi yang seharusnya dirawat penuh kasih sayang, justru dibuang atau ditelantarkan setelah tak bernyawa.

Meskipun tidak semua, namun sebagian besar penemuan jasad bayi seperti dibuang agar tidak ketahuan siapa pembuangnya.

Pada tahun 2019 yang baru berjalan tiga bulan ini saja, Polres Tangsel sudah mendapati tiga kasus bayi yang dibuang dan ditelantarkan orangtuanya.

Bahkan dua di antaranya dibunuh ibu kandungnya sendiri, dan dua-duanya seorang asisten rumah tangga.

"Di semester pertama 2019 ini sudah tiga kali kejadian, ditemukannya bayi dalam keadaan jenazah, yang Alhamdulillah sudah kami ungkap dua, satu lagi masih dalam proses penyelidikan," ujar Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho, di Mapolres Tangsel, Rabu (13/3/2019).

Tahun ini, kejadian diawali pada akhir Februari, ditemukan bayi yang berada di dalam rumah, di Perumahan Arinda, Pondok Aren.

Lilis Siti Sa'adah (20), seorang asisten rumah tangga, ibu kandungnya sendiri yang membunuh jabang bayinya dan diletakkan di dalam kardus.

Pada Munggu (4/3/2019), kejadian serupa berulang. R (17) yang juga asisten rumah tangga di perumahan Urbana Place, Ciputat, tega membunuh bayinya sendiri, dan dibuang di tempat sampah tak jauh dari rumah majikannya.

Sementara, pada Rabu (7/3/2019), jasad bayi kembali ditemukan dalam plastik hitam di bilangan Pondok Betung, Pondok Aren.

Kasus terakhir ini, polisi masih melakukan penyelidikan mendalam.

Yurikho menambahkan, satu tahun atau 12 bulan sebelumnya, pada tahun 2018, aparat kepolisian menemukan enam jasad bayi.

Jika ditotal, pada kurun 15 bulan, sudah didapati sembilan penemuan jasad bayi di kota yang dipimpin seorang wanita 42 tahun itu.

"Tahun lalu enam, diungkap satu, di jalan tol, di pinggir jalan" jelasnya.

Yurikho mengatakan, karakteristik Tangsel yang banyak diisi perumahan yang menggunakan jasa pembantu, membuat si majikan harus ekstra selektif.

"Tipikal dari wilayah hukum Polres Tangerang Selatan itu adalah perumahan, di mana perumahan tersebut kebanyakan mempekerjakan asisten rumah tangga."

"Pesan kami kepada masyarakat atau yang akan jadi majikan dari asisten rumah tangga, selektif, itu. Pilih dengan baik, pilih dengan benar orang yang akan dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga," ujar Yurikho di Mapolres Tangsel, Rabu (13/3/2019).

Yurikho juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya perempuan, bahwa hubungan badan di luar nikah berisiko merugikan si perempuan.

"Kepada masyarakat secara umum bahwa hubungan badan di luar hubungan yang resmi yaitu pernikahan risiko lebih besar ditanggung oleh kaum wanita atau perempuan," jelasnya. (*)

ARTIKEL POPULER

Baca: Cara Edit Foto Promosi Produk yang Instagramable dengan Adobe Spark

Baca: Cara Aktifkan Fitur Kontrol Orangtua di Google Play Store

Baca: Cara Terjemahkan Teks dari Kamera atau Foto

 

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: TribunJakarta
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved