Local Experience
Kecerdikan Teuku Umar dalam Melawan Penjajahan Belanda, Sempat Dicap sebagai Penghianat
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Teuku Umar berjuang melawan penjajah saat usianya 19 tahun, yaitu pada tahun 1873. Dimuali dari daerah Meulaboh kemudian melanjutkan perjuangannya ke Aceh Barat.
Di usia muda, dirinya sudah diangkar menjadi kepala desa (keuchik). Sebagai panglima perang, Teuku Umar dikenal cerdik dan pandai bersiasat.
Sejak menikah dengan Cut Nyak Dien pada tahun 1880, perlawanan rakyat Aceh menentang penjajahan semakin kuat dan hebat.
Kecerdikan Teuku Umar terlihat saat dia berpura-pura menjadi kaki tangan Belanda hanya untuk mempelajari strategi perang yang diterapkan Belanda dan mendapatkan tambahan senjata.
Atas perbuatan itu, Teuku Umar rela dicap sebagai pengkhianat oleh masyarakat Aceh. Kerja sama Teuku Umar ternyata banyak menguntungkan Belanda.
Salah satunya, banyak pos Aceh yang dapat dikuasai Belanda. Atas jasanya, Belanda menganugerahi gelar Teuku Umar Johan dan mengangkatnya sebagai komandan pasukan Belanda yang memiliki kekuasaan penuh.
Dari situ dirinya terus mempelajari cara dan siasat Belanda sambil mengganti setiap orang Belanda sambil mengganti setiap orang Belanda di unit yang dia kuasai dengan pasukan dari Aceh.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Biografi Teuku Umar, Pejuang dari Aceh
Program: Local Experience
Editor Video: yohanes anton kurniawan
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Kompas.com
Local Experience
Kisah Raden Saleh Menyaksikan Langsung Keris Kiai Nogo Siluman Pusaka Pangeran Diponegoro ada Wajah
Jumat, 10 April 2026
Local Experience
Keris Kiai Nogo Siluman Milik Diponegoro yang Penuh Misteri dan Pernah Dipakai Bertempur di Medan
Jumat, 10 April 2026
Local Experience
Keris Kiai Nogo Siluman Akhirnya Dipulangkan ke Indonesia Setelah 189 Tahun Disimpan di Belanda
Jumat, 10 April 2026
Local Experience
Asal-usul Keris Kiai Nogo Siluman yang Diperdebatkan dan Hilang Setelah Penangkapan Diponegoro
Jumat, 10 April 2026
Local Experience
Raden Saleh Mengabadikan Penangkapan Pangeran Diponegoro dalam Karya Monumental
Jumat, 10 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.