Terkini Metropolitan

Kapal Nelayan Riki Baru Terbakar di Kepulauan Seribu, 6 ABK Selamat

Kamis, 14 Maret 2019 07:58 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUN-VIDEO.COM, TANJUNG PRIOK - Enam korban selamat kebakaran kapal nelayan KM Riki Baru dievakuasi petugas Direktorat Kepolisian Air (Polair) Baharkam Polri dari perairan Kepulauan Seribu, Selasa (12/3/2019).

Evakuasi dilakukan mulai dini hari tadi dengan pengerahan empat kapal patroli milik Polair.

Kasubdit Patroli Air Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Kombes Makhruzi Rahman mengatakan, enam korban selamat ditemukan setelah lebih kurang 7 jam pencarian.

Enam korban selamat yang seluruhnya adalah anak buah kapal (ABK) ditemukan dalam jarak 21 mil dari lokasi terbakarnya KM Riki Baru.

Makhruzi mengatakan enam ABK ditemukan di sebelah timur laut Pulau Paniki, Kepulauan Seribu, dengan kondisi mengapung di permukaan laut.

Dari keenam korban selamat, lima orang ditemukan di satu titik yang sama, sedangkan satu lainnya berada di titik yang terpisah.

Evakuasi dilakukan petugas dengan melemparkan ban pelampung kepada para korban selamat.

Setelahnya, para korban selamat diangkat ke atas Kapal Polisi (KP) Pelatuk bernomor lambung 3013 yang dikerahkan Polair.

Mereka diantarkan petugas ke Mapolairud, Tanjung Priok, untuk selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Djati untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Diketahui KM Riki Baru mengangkut 18 penumpang yang terdiri dari 17 ABK dan seorang nakhoda.

Peristiwa kebakaran KM Riki Baru terjadi malam tadi sekitar pukul 19.00 WIB. Diduga, kapal terbakar karena adanya percikan api dari aktivitas pengisian radiator di dalam kapal.

Awak KM Riki Baru, Gunawan (30) menceritakan detik-detik kebakaran yang menimpa kapal tempatnya bekerja pada Senin (11/3/2019) malam.

Menurut kesaksian Gunawan, kebakaran terjadi ketika dirinya sedang berada di haluan KM Riki Baru kemarin malam mendekati pukul 19.00 WIB.

Sebelum kebakaran terjadi, Gunawan tengah ditugasi memegang kendali kapal sementara nakhoda atau kapten kapalnya sedang mengecek kamar mesin.

Tiba-tiba, setelah sang kapten kapal kembali ke haluan, Gunawan mendengar ada dua kali ledakan yang dirinya sendiri tak mengetahui dari mana asalnya.

Gunawan mengatakan bahwa dirinya mengapung di lautan sejak pukul 19.00 WIB malam kemarin, bersama dengan lima orang rekannya.

Bermodalkan busa pelampung, Gunawan serta rekan lainnya juga berupaya agar tidak terbawa arus dengan berpegangan pada benda apapun yang mengapung di lautan, baik puing-puing kapal maupun galon air yang berhamburan dari kapal.

Mereka mengapung selama 12 jam hingga akhirnya ditemukan dan diselamatkan anggota Ditpolair Baharkam Polri sekitar pukul 7.00 WIB pagi ini.

Gunawan dan lima korban selamat lainnya diangkut ke daratan dengan menggunakan KP Pelatuk-3013.

Adapun menurut Gunawan, dirinya sudah ikut di dalam KM Riki Baru sejak bertolak dari Pelabuhan Muara Baru pada 16 Februari 2019 lalu.

KM Riki Baru sudah berlayar mengarungi lautan selama hampir satu bulan untuk melakukan 'operasi cumi'. (*)

ARTIKEL POPULER:

Geledah Rumah di Sibolga, Tim Gegana Amankan 30 Kilogram yang Diduga Bahan Peledak Gunakan Robot

 Jokowi sempat Singgung Persiapan Debat Maruf Amin saat Bertemu di Istana

Video Agum Gumelar Ungkap Pemecatan Prabowo, Fahri Hamzah: Itu Jurus Kefefet

TONTON JUGA:

Editor: Fatikha Rizky Asteria N
Video Production: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: TribunJakarta
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved