Jumat, 4 April 2025

Local Experience

Usia Tak Menjadi Batasan untuk Melestarikan Batik Jambi Lewat Tangan Kreatif Zainul Bahri

Minggu, 20 Oktober 2024 13:10 WIB
Tribun Jambi

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Zainul Bahri, atau yang lebih dikenal dengan Datuk Zainul Bahri, adalah seorang seniman batik yang lahir dari keluarga keturunan Kesultanan Jambi. Sejak kecil, ia telah akrab dengan batik, kain yang menjadi ciri khas keluarganya. 

Ketertarikan Zainul Bahri terhadap batik dimulai pada tahun 1980-an, ketika ia melihat betapa batik memiliki potensi besar sebagai karya seni sekaligus warisan budaya yang harus dilestarikan.

Sebagai seorang pelukis, Datuk Zainul Bahri memiliki kecakapan dalam menggambarkan berbagai motif dan pola yang memiliki nilai estetika tinggi. 

Namun, baginya, batik bukan hanya sekadar gambar atau pola, melainkan sebuah medium untuk menceritakan sejarah dan filosofi.

Bahkan dari tangannya, lahirlah lebih dari 900 motif batik yang terinspirasi dari berbagai elemen budaya Jambi, mulai dari peninggalan sejarah, ikon Jambi, tanaman langka, hingga tulisan Arab Melayu.

“Saya tidak sekadar membuat batik, saya menciptakan cerita di setiap motifnya. Setiap karya saya memiliki makna filosofis yang mendalam, yang menceritakan sejarah dan kekayaan alam Jambi,” ungkapnya.

Satu di antara motif yang ia banggakan adalah motif batik Sipin Jajaran, yang terinspirasi dari lingkungan Danau Sipin. Motif ini menggambarkan flora dan fauna khas kawasan tersebut, seperti ikan botia dan ikan seluang.

Meskipun karya-karyanya diakui oleh berbagai kalangan, baik di dalam maupun luar negeri, sayangnya Datuk Zainul tidak mendapatkan penghargaan yang layak dari pemerintah Provinsi Jambi.

“Penghargaan justru datang dari luar Provinsi Jambi, padahal saya berharap Jambi sendiri yang bangga dan menghargai warisan budaya ini,” keluhnya.

Di bawah bendera Yayasan Naila Mughni Alesha, Datuk Zainul juga mendirikan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Sekerabah, tempat di mana ia mengajarkan seni membatik kepada generasi muda.

"Sejauh ini malah sekolah-sekolah swasta yang punya ketertarikan ingin belajar batik, minta diajarkan batik dan sejarahnya yang melekat. Jadi saya semangat ketika mereka mau belajar. Sekolah negeri malah seolah tidak tertarik dengan batik, lama-lama generasi yang akan datang tidak peduli lagi dengan batik," lanjutnya.

Melalui semangat diri yang tak pernah padam, ia terus berjuang agar batik Jambi tetap dikenal dan dihargai, baik di dalam maupun luar negeri.

Walaupun demikian, dia mencoba untuk terus mencari tahu sejarah-sejarah yang bisa ia tuangkan dan karyakan menjadi batik. Sehingga sejarah tersebut tetap ada dalam batik-batik Jambi yang perlu dikenang dan wariskan.(*)

Program: Local Experience 
Editor Video: yohanes anton kurniawan

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Tribun Jambi

Tags
   #Local Experience   #batik   #Jambi

Video TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved