Terkini Daerah

Istrinya Meninggal Dunia Sejak Lama, Ayah Mabuk Cabuli Putri Kandungnya, Berlanjut hingga 5 Kali

Rabu, 13 Maret 2019 14:51 WIB
TribunWow.com

TRIBUN-VIDEO.COM - AP (18), seorang remaja di Bandung menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri, DN (49).

Berdasarkan penyelidikan, diketahui bahwa DN berstatus duda lantaran ditinggal oleh sang istri yang telah lama meninggal dunia.

Saat pulang dalam keadaan mabuk, DN yang tak bisa menahan nafsu birahinya justru melampiaskannya kepada putri kandungnya.

Keterangan terkait peristiwa pemerkosaan itu diungkapkan oleh pihak kepolisian melalui Wakil Kepala Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, Kompol Suparma, saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Kota Bandung pada Selasa (12/3/2019).

"Istri tersangka ini sudah meninggal, jadi melampiaskan nafsunya itu sayangnya kepada anaknya. Ini anak ketiga," kata Suparma, seperti dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Selasa (12/3/2019).

Pemerkosaan tersebut pertama kali dilakukan oleh pelaku saat dirinya kembali ke rumah kontrakannya yang berada di Jalan Cilengkrang, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat dalam keadaan mabuk sekitar pukul 01.00 WIB.

Berawal dengan pelaku yang meminta putri kandungnya yang memang tinggal dalam satu rumah kontrakan itu untuk memijat punggungnya.

Namun kejadian itu justru berlanjut dengan pelaku yang memperkosa korban.

"Kejadian dini hari tengah malam, tersangka pulang dalam kondisi mabuk dan minta untuk melakukan hubungan," ujar Suparma, seperti dilansir oleh Kompas.com, Selasa (12/3/2019).

Perlakuan tak pantas dari ayah korban itu terungkap ketika kakak korban curiga dengan perut adiknya yang tampak membesar.

"Kakak korban kemudian menanyakan soal perutnya itu, kemudian korban pun curhat, kakak korban akhirnya melaporkan ke polisi," jelasnya.

Kakak korban melaporkan pemerkosaan yang dialami AP pada 16 Januari 2019 lalu.

Akibat perbuatan tak senonoh yang dilakukan ayah korban, kini AP tengah hamil dengan usia kandungan kurang lebih 6 bulan.

Dari hasil penyelidikan kepolisian, setelah kejadian pemerkosaan pertama yang terjadi pada 25 Agustus 2018 tersebut, pelaku kemudian berlanjut menyetubuhi korban sebanyak lima kali.

"Lima kali (perbuatan cabul) dilakukan tersangka, hasil pemeriksaan medis korban hamil 22 minggu atau sekitar 6 bulan," jelas Suparma.

Pelaku menutupi perlakuan bejatnya tersebut dengan memberikan ancaman kepada putri kandungnya itu.

"Ancamannya dipaksa harus melakukan," ucapnya.

Walaupun pelaku sudah mengancam korban agar tak memberitahu siapapun, namun pihak kepolisian berhasil menemukan bukti adanya ancaman itu melalui rekam digital ponsel milik tersangka.

"Ponsel disita ada chattingan pelaku ada ancaman 'awas kamu jangan lapor siapa-siapa'," tutur Suparma menerangkan.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, pelaku kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

"Ditetapkan tersangka melalui hasil penyelidikan dan penyidikan, hasil visum dokter setelah itu barang bukti, baru kita tersangkakan," tukasnya.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa pakaian milik korban hingga ponsel milik pelaku.

"Bukti lain sudah dites secara medis dan ditetapkan sebagai barang bukti," pungkasnya.

Atas perbuatan yang telah dilakukannya, pelaku dijerat dengan pasal persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 jo 76D dan atau pasal 82 jo 76E UURI No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman miniman lima tahun maksimal 15 tahun. Tetapi apabila perbuatan itu dilakukan oleh orangtua sendiri, wali, pendidik atau pengajar maka ditambah sepertiga," ujar Suparma menambahkan. (TribunWow.com/Laila)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Istrinya Meninggal Dunia sejak Lama, Ayah yang Mabuk Lampiaskan Nafsu pada Anak Kandungnya

ARTIKEL POPULER:

Truk Tangki Tabrak Pembatas Jalan Dekat Bundaran KB Banjarmasin Tengah

Karyawan Swalayan Ditangkap karena Diduga Pelecehan Seksual pada Bocah yang Tengah Berbelanja

Kecewa Cinta Ditolak, Pelajar Mencoba Terjun dari Atap Sekolah

TONTON JUGA:

Editor: Fatikha Rizky Asteria N
Video Production: Octavia Monica Putri
Sumber: TribunWow.com
Tags
   #Kasus Pencabulan Anak   #Inses
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved