Terkini Nasional

Cegah Terjadi Bullying di Kalangan Siswa

Rabu, 13 Maret 2019 13:56 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Perbuatan bullying marak terjadi di kalangan siswa. Untuk itu, diperlukan peran dari semua pihak untuk mencegah terjadinya aksi tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Perlindungan Anak, Danang Sasongko.

"Kalau diulang-ulang itu bully. Bukan tentang amarah, tetapi merendahkan menjadi tujuan si pembully. Bisa merendahkan orang lain, bahkan kadang-kadang tidak marah, kadang mengejek, ketawa," kata Danang, di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Rabu (13/3/2019).

Menurut dia, bullying dapat terjadi karena ada satu atau sekelompok anak lebih superior dibandingkan anak yang lain. Selain itu, perbuatan tersebut dilakukan secara berulang-ulang.

"Dilakukan berulang-ulang, kalau cuma sekali iseng. Ada yang kuat superior ada yang inferior. Kalau kuat sama kuat bukan bully namanya tawuran," kata dia.

Untuk mencegah terjadi bullying, kata dia, perlu diberikan pemahaman kepada siswa, orangtua, dan lingkungan sekitar. Dia menegaskan, siswa harus menjadi agen "STOP Bullying" di lingkungan sekolah.

Dia mengapresiasi program "STOP Bullying Daihatsu Sahabat Anak" yang merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Selama melakukan kegiatan, ADM bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta melalui Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi DKI Jakarta, dan Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak.

Di kesempatan itu, ADM memberikan penghargaan kepada 10 RPTRA yang telah bekerjasama untuk mengampanyekan pesan "STOP Bullying".

"Kami peduli, untuk itu bekerjasama dengan pihak-pihak yang memang mengerti dan peduli, dengan Komnas dan PKK. Karena kita peduli ayo sama-sama," tegas Head General Affairs Division PT Astra Daihatsu Motor, Haryanto Nurya Hadiwijaya.

Sejak tahun 2017, tercatat sebanyak 420 orangtua dan 1420 anak mengampanyekan program ini. Berselang satu tahun kemudian, sebanyak 1530 orangtua dan 2600 anak turut mengikuti program.

Melalui program ini, para peserta, khususnya orang tua dapat lebih memahami dan sadar akan makna bullying dan semakin memperhatikan sikap dan perilaku anaknya.

Bagi anak-anak itu sendiri, mereka juga semakin berani mengingatkan kepada temannya akan bahaya dan risiko bullying, dan dapat melaporka kejadian bullying kepada guru di sekolah serta membua beragam poster stop bullying di sekolah.

"Ini sudah 6000 orang yang sebetulnya mengerti dan tahu masalah bullying," tambahnya.(*)

ARTIKEL POPULER:

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Viral Teror Pria Menunjukkan Alat Kelaminnya, Psikiater Sebut akibat Gangguan Anti Sosial

Modus Bisa Ubah Uang Palsu Jadi Asli, Pria Kendal Ditangkap Polisi

TONTON JUGA:

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Glery Lazuardi
Video Production: Purwariyantoro
Sumber: Tribunnews.com
Tags
   #Stop Bullying
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved