Local Experience
Akhir Perjuangan Cut Nyak Dien, Pahlawan Wanita dari Aceh yang Wafat di Sumedang
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Cut Nyak Dien pada awalnya diasingkan ke Batavia (Jakarta), tetapi diminta oleh Pangeran Aria Soeria Atmaja, Bupati Sumedang, untuk dipindahkan ke wilayahnya yang dianggap lebih aman.
Selama di Sumedang, Pangeran Aria Soeria Atmaja menempatkan Cut Nyak Dien di rumah Haji Sanusi, yang tidak jauh dari Masjid Agung Sumedang, tetapi masih berada di bawah pengawasan ketat militer Belanda.
Dalam kondisi mata yang tidak lagi prima, Cut Nyak Dien sempat menghabiskan waktu di pengasingan dengan memberikan pelajaran agama Islam, termasuk membaca Al Quran dan pengajian.
Pada 6 November 1908, Cut Nyak Dien meninggal di tempat pengasingannya di Sumedang.
Kini, makam Cut Nyak Dien di Gunung Puyuh, Sumedang, masih ramai dikunjungi oleh masyarakat yang berziarah.
Atas perjuangannya hingga usia senja yang patut diteladani, Cut Nyak Dien dianugerahi gelar pahlawan nasional melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 106 Tahun 1964.
Cut Nyak Dien dan Teuku Umar kemudian mendapat julukan Een National Heldenpaar atau berarti Pasangan Pahlawan Nasional.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Biografi Cut Nyak Dien, Pahlawan dari Aceh yang Wafat di Sumedang
Program: Local Experience
Editor Video: yohanes anton kurniawan
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Kompas.com
Terkini Nasional
MOMEN PILU! PRIA PARUH Baya Tergeletak Lemas di Lumpur 3 Hari, Diselamatkan oleh Wamendagri
2 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDTAE
Pria Paruh Baya Tergeletak Lemas di Aceh Tamiang, Tubuh Dipenuhi Lumpur, Diselamatkan Wamendagri
2 hari lalu
Tribunnews Update
Viral Wamendagri & Praja IPDN Terkejut Temukan Pria Aceh Tamiang Terkapar Penuh Lumpur Banjir
2 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.