Kamis, 8 Januari 2026

Local Experience

Akhir Perjuangan Cut Nyak Dien, Pahlawan Wanita dari Aceh yang Wafat di Sumedang

Rabu, 16 Oktober 2024 12:56 WIB
Kompas.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Cut Nyak Dien pada awalnya diasingkan ke Batavia (Jakarta), tetapi diminta oleh Pangeran Aria Soeria Atmaja, Bupati Sumedang, untuk dipindahkan ke wilayahnya yang dianggap lebih aman.

Selama di Sumedang, Pangeran Aria Soeria Atmaja menempatkan Cut Nyak Dien di rumah Haji Sanusi, yang tidak jauh dari Masjid Agung Sumedang, tetapi masih berada di bawah pengawasan ketat militer Belanda.

Dalam kondisi mata yang tidak lagi prima, Cut Nyak Dien sempat menghabiskan waktu di pengasingan dengan memberikan pelajaran agama Islam, termasuk membaca Al Quran dan pengajian.

Pada 6 November 1908, Cut Nyak Dien meninggal di tempat pengasingannya di Sumedang.

Kini, makam Cut Nyak Dien di Gunung Puyuh, Sumedang, masih ramai dikunjungi oleh masyarakat yang berziarah.

Atas perjuangannya hingga usia senja yang patut diteladani, Cut Nyak Dien dianugerahi gelar pahlawan nasional melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 106 Tahun 1964.

Cut Nyak Dien dan Teuku Umar kemudian mendapat julukan Een National Heldenpaar atau berarti Pasangan Pahlawan Nasional.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Biografi Cut Nyak Dien, Pahlawan dari Aceh yang Wafat di Sumedang

Program: Local Experience 
Editor Video: yohanes anton kurniawan

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Kompas.com

Tags
   #Local Experience   #Cut Nyak Dien   #Aceh

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved