Travel

Wisata Kuliner di Pasar Kuna Lereng Banyumas

Minggu, 10 Maret 2019 17:18 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM, BANYUMAS - Jika berkunjung ke Grumbul Kedung Ngenge, Desa Petir RT 1 RW 4, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas anda akan merasakan sensasi berbelanja di pasar layaknya jaman kerajaan.

Jangan harap anda dapat membeli makanan dan minuman disana dengan menggunakan uang rupiah.

Sebab di Pasar Kuna Lereng hanya menerima transaksi pembayaran dengan menggunakan kepengan. Kepengan adalah kepingan bulat berdiameter 5 cm yang terbuat dari tempurung kelapa. 

Jika akan membeli makanan tradisional maka tukarkanlah terlebih dahulu uang anda dengan menggunakan kepengen. Satu kepeng setara dengan Rp 2 ribu.

Pasar Kuna Lereng dihuni 30 pedagang yang menjual lebih dari 120 jenis makanan tradisional. Mulai dari jajanan pasar, minuman tradisional, dan makanan khas jaman kuno.

Ketika sampai di sana anda pasti akan dibuat bingung memilih makanan, minuman dan jajanan pasar yang disediakan. Ada banyak minuman tradisional di antaranya wedang cleblek ( kopi ), wedang jahe, wedang uwuh, dawet ayu, badeg (air nira), es cau (cincau), wedang bajigur dan masih banyak lagi.

Jajajan tradisionalnya juga unik dan beragam. Ada banyak jenis jajajan pasar diantaranya ciwel, cenil, inthil, candil, buntil, gebral, grontol, krawu, lopis, gethuk, oyek, klepon, kemplang, srabi, awug - awug, naga sari, ronda maya dan lain sebagainya.

Bukan hanya menemui makanan ataupun minuman tradisional. Ketika berkunjung ke Pasar Kuna Lereng anda juga akan menjumpai pedagang kain batik tulis khas Banyumasan.

Suasana layaknya pasar tempo dulu semakin terasa karena terdapat musik calung Banyumasan yang mengiringi. 

Semua jajanan tradisional tersebut dibungkus menggunakan daun pisang. Sedangkan produk kerajinan seperti gantungan kunci dan aksesoris terbuat dari bambu dan tempurung.

Pedagang jajanan tradisional, Yati (58) mengaku sangat antusias bisa berjualan di Pasar Kuna Lereng, Sokaraja.

"Biasanya saya hanya berjualan di rumah, tetapi dengan adanya Pasar Kuna Lereng diharapkan bisa menambah pendapatan keluarga," ucapnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (10/3/2019).

Pasar Kuna Lereng dikelola oleh 4 pegawai yang berpakaian lurik khas Jawa dan menggunakan blangkon. Mereka adalah Bambang Kuswanto selaku kepala pasar, Edi Gunawan seksi  keamanan.

Ada pula Isnadi dan Kery sebagai markets boy. Serta 4 petugas wanita di bagian penukaran kepeng, yaitu Intan, Puspita, Elda, dan Nova.

Kesan tradisional dan jadul memang sangat terasa di pasar ini. Seperti pendapat yang diungkapkan oleh Kenan (28) warga Purwokerto yang sengaja datang ke Pasar Kuna Lereng.

"Unik sekali karena serasa berada di jaman kuna (jaman dulu) seperti film-film kerajaan. Tetapi akan lebih terasa jadul lagi jika pengunjung juga wajib mengenakan pakaian lurik yang disewakan khusus," ungkapnya.

"Jika semua pengunjung dan pedagang berpakain tradisional maka suasana benar-benar dibawa jaman dulu termasuk pemain musik calungnya," tambahnya.

Tujuan pendirian Pasar Kuno Lereng ini adalah untuk melestarikan budaya atau nguri - uri budaya leluhur. Selain itu juga sebagai upaya mengembangkan dan meningkatkan ekonomi rakyat Grumbul Kedung Ngenge, Desa Petir.

"Grumbul Kedung Ngenge ini dulu sepi nyenyet (sepi sekali) karena jalan buntu dan jauh dari keramaian," ungkap Bambang Kuswanto sebagai kepala Pasar Kuna Lereng.

Para pedagang telah dibina cara melayani pengunjung yang baik. Bahkan mereka juga dilatih bagaimana membuat bahan makanan yang hiegenis. Pelatihan tersebut berlangsung selama sebulan semenjak Desember 2018.

"Pasar Kuna Lereng adalah wujud wisata kuliner berbasis budaya di Banyumas. Kita memberdayakan warga sekitar baik pedagang maupun parkir semuanya adalah warga Desa Petir," ujar Edi Gunawan selaku Pengelola Pasar Kuna Lereng.

Jika ingin berkunjung ke Pasar Kuna Lereng pastikan datang pada Minggu, pukul 06.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Dengan adanya Pasar Kuna Lereng diharapkan perekonomian warga setempat dapat berkembang dan menjadi daya tarik wisata.

Ke depannya wilayah Desa Petir juga akan digali potensi wisata lainnya sebagai daya tarik tambahan. (Tribunjateng/jti)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Serunya Wisata Kuliner Ala Jaman Kerajaan di Pasar Kuna Lereng Banyumas, Bayar dengan Batok Kelapa

ARTIKEL POPULER

Baca: Cara Edit Foto Promosi Produk yang Instagramable dengan Adobe Spark

Baca: Cara Aktifkan Fitur Kontrol Orangtua di Google Play Store

Baca: Cara Terjemahkan Teks dari Kamera atau Foto

 

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribun Jateng
Tags
   #wisata kuliner   #Banyumas   #Travel
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved