Terkini Daerah

Proses Pengelolaan Linen Rumah Sakit Menggunakan Metode FIFO

Rabu, 6 Maret 2019 21:17 WIB
Tribun Padang

Laporan Wartawan TribunPadang.com/ Rizka Desri Yusfita

TRIBUN-VIDEO.COM - Linen atau yang dikenal dengan bahan kain yang ditemukan di setiap ruangan rumah sakit biasanya didistribusikan melalui metode First In First Out (FIFO).

Distribusi linen menggunakan metode FIFO artinya linen yang masuk pertama ke dalam ruangan instalasi Binatu, itulah linen yang dikeluarkan terlebih dahulu setelah melewati berbagai proses.

Jenis linen antara lain, linen medis terdiri atas sarung meja mayo, stik laken operasi, jas operasi, sarung kaki, duk bolong, pengalas tindakan invasive, dan lain-lain

Sedangkan linen non medis, antara lain laken, stik laken, sarung bantal, selimut, bed cover atau baju, celana piyama, taplak meja, gorden, dan lain-lain.

Awalnya, linen tersebut diterima dari masing-masing ruangan.

Linen diterima pada pukul 08.00-10.00 WIB.

Kondisi linen dari ruangan sudah dipisahkan antara linen infeksi dan linen non infeksi.

Kemudian, linen tersebut ditimbang dan dimasukkan ke dalam trolly.

Biasanya, linen rumah sakit mencapai 800 kg sehari.

Setelah ditimbang, baru bisa dimasukkan ke dalam mesin cuci.

Ada 6 mesin cuci yang digunakan untuk linen. Mesin cuci berkapasitas 100 kg 2 unit, 120 kg 1 unit, 60 kg 1 unit dan 40 kg 2 unit.

"800 kg tidak sekaligus dalam 1 mesin cuci. Dalam satu mesin ada 3 bilik, setiap bilik diisi 25 kg," kata Kepala Instalasi Binatu RSUP M Djamil Padang, Andriyeni, Rabu (27/2/2019).

Tersedia 1 mesin khusus linen infeksius yaitu linen yang sudah terkontaminasi dengan darah, nanah, fases, dan cairan tubuh lain.

Biasanya suhu di mesin infeksius berkisar antara 70-80 derajat celsius. Sedangkan non infeksius berkisar antara 30-40 derajat celsius.

Sebagian besar peralatan pencucian pakai daya listrik cukup besar.

Minimal daya yang digunakan 25 A terutama untuk mesin cuci, mesin pemeras, mesin pengeringan, dan setrika roll press.

Instalasi Binatu perlukan 40 persen air dari kebutuhan air rumah sakit per hari.

Standar air yaitu tidak ada calcium, carbonate, dan chlorida. Standar baku mutu 0,90 ppm.

"Ketentuan tersebut dibuat agar tidak menghambat kerja bahan kimia pencuci," jelas Yen.

Selain itu, Yen menambahkan air tidak boleh mengandung zat besi. Alasannya kandungan zat besi akan mempengaruhi konsentrasi bahan kimia dan proses pencucian.

Mencuci linen butuh waktu 5 hingga 10 menit.

Pembilasan antara linen infeksi dan non infeksi berbeda.

Linen non infeksi dibilas sebanyak lima kali.

"Setelah diputar, dibilas terlebih dahulu, airnya dibuang, ganti air baru. Lakukan sebanyak 5 kali hingga airnya jernih," lanjut ibu tiga anak ini.

Rata-rata cucian berada dalam mesin selama 1 jam 40 menit.

Setelah itu dikeluarkan dan dipilah sesuai jenis linen.

Kemudian, dimasukkan ke dalam mesin pengeringan kapasitas 60 kg 1 unit, dan 40 kg 2 unit.

Setelah dikeringkan barulah baju disetrika.

"Setelah disetrika, kain dilipat. Dilipat sesuai standar pelipatan rumah sakit. Gunanya supaya memudahkan pemasangan laken di ruangan," ujar ibu yang tinggal di Belimbing, Padang ini.

Selanjutnya, kain diberi barcode. Dengan sistem barcode bisa diketahui linen itu berasal dari ruangan mana, seberapa sering linen dicuci, dan kelayakan linen.

"Standar kain yang steril itu 150-200 kali cuci," tambah Yen.

Setelah dibarcode, baru disimpan di lemari dan rak.

Pantauan TribunPadang.com, Rabu (27/2/2019) linen di ruang penyimpanan tersusun rapi di masing-masing lemari.

Linen akan didistribusikan menggunakan gerobak dorong ke masing-masing ruangan yang ada di rumah sakit.

(TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita)

ARTIKEL POPULER

Baca: Cara Edit Foto Promosi Produk yang Instagramable dengan Adobe Spark

Baca: Cara Aktifkan Fitur Kontrol Orangtua di Google Play Store

Baca: Cara Terjemahkan Teks dari Kamera atau Foto

 

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Muhammad Eka Putra
Sumber: Tribun Padang
Tags
   #laundry   #Rumah Sakit   #Padang
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved