Travel

7 Tempat Wisata Etnik di Jogja dan Jawa Tengah yang Bisa Dikunjungi Saat Hari Raya Nyepi

Sabtu, 2 Maret 2019 19:08 WIB
TribunTravel.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Setiap tahunnya umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi, dan tahun ini jatuh pada Kamis (7/3/2019).

Hari Raya Nyepi dipercaya sebagai salah satu hari terbaik untuk melakukan penyucian Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alama semesta).

Selama Hari Raya Nyepi, Umat Hindu di Bali akan melakukan puasa selama 24 jam penuh yang mengakibatkan seluruh kegiatan terhenti termasuk penutupan bandara, pelabuhan maupun fasilitas umum lainnya kecuali fasilitas rumah sakit di Bali.

Nah, untuk kamu yang ingin merayakan Hari Raya Nyepi, tidak perlu jauh-jauh ke Bali karena kamu bisa merayakannya di Yogyakarta.

Dilansir TribunTravel dari beberapa sumber, berikut tempat wisata etnik di Yogyakarta yang cocok untuk merayakan Hari Raya Nyepi:

1. Candi Prambanan

Candi Prambanan berada di Desa Bokoharjo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Candi ini merupakan Candi Hindu yang paling terkenal di Indonesia.

Candi Prambanan menjadi salah satu rangkaian wisata yang tak bisa dipisahkan dengan Candi Buddha terbesar di Indonesia yaitu Candi Borobudur.

Candi Prambanan memiliki relief khas seperti candi-candi yang ada di Indonesia yang mengisahkan tentang cerita Ramayana dan Krishnayana.

Candi Prambanan memiliki ketinggian hingga 47 meter.

Para sejarawan memperkirakan Candi Prambanan dibangun pada abad ke-9.

Wilayah Candi Prambanan ini memiliki luas sekitar 39,8 hektar.

Kamu bisa mengelilingi kompleknya dengan berjalan kaki sambil mengagumi mahakarya orang-orang Hindu zaman dahulu.

2. Candi Borobudur

Meskipun banyak yang mengenal bahwa Candi Borobudur merupakan wisata Yogyakarta, faktanya Candi Budha terbesar di Asia Tenggara ini berada di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Namun, karena jaraknya yang dekat dengan Yogyakarta wisatawan sudah menganggap Candi Borobudur menjadi bagian dari tempat wisata di Jogja yang wajib dikunjungi.

Nama Borobudur diambil dari kata bara dari bahasa Sanskerta yang mempunyai arti 'komplek candi' atau biara dan kata 'budur' berasal dari kata 'beduhur' yang artinya '˜di atas'.

Jadi makna dari kata Borobudur adalah Candi yang berada di atas bukit.

Candi Borobudur memiliki sekitar 72 stupa berbentuk lonceng, patung Budha yang tengah bersila, yang berada di dalam Candi.

Namun ada juga patung Budha yang tidak tertutup oleh stupa.

Candi yang dibangun pada zaman Syailendra ini banyak mengambil arsitektur Budha dan arsitektur lokal, Jawa.

Relief yang terpampang di dinding Candi Borobudur dipercaya merupakan relief Budha terlengkap dalam Candi.

Karena minat wisatawan masih tinggi untuk mengunjungi Candi Borobudur, kini pengunjung akan dibatasi terutama saat berada di undakan stupa Candi Borobudur paling tinggi.

3. Candi Plaosan

Kompleks Candi Plaosan di bangun pada pertengahan abad ke-9 yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah, tepatnya di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Prambanan, Jawa Tengah.

Candi Plaosan merupakan Candi yang memiliki dua karakter arsitektur Budha dan Hindu karena dibangun pada masa Pramudyawardhani yang beragama Budha dan dibantu oleh Rakai Pikatan yang beragama Hindu sekitar abad ke IX.

Candi Plaosan juga sudah menerapkan drainasi berupa parit yang merupakan ciri khas Candi Muaro Jambi yang bisa diakses melalui jalur sungai.

4. Candi Sambisari

Candi Sambisari terletak di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Dari pusat kota Yogyakarta, jaraknya 15 kilometer ke arah timur laut.

Candi Sambisari yang merupakan candi Hindu beraliran Syiwa ini diperkirakan dibangun pada awal abad ke-9 oleh Rakai Garung, seorang Raja Mataram Hindu dari Wangsa Syailendra.

Candi Hindu ini awalnya tertutup lahan pesawahan warga pada sekitar tahun 1966 kemudian dilakukan penelitian dan penggalian dan pada tahun 1987 dilakukan rekonstruksi dan pemugaran candi.

Uniknya, Candi Sambisari terletak sekitar 6,5 meter di bawah permukaan tanah, sehingga candi tersebut tidak tampak dari kejauhan.

5. Gua Selarong

Gua yang berlokasi di Kabupaten Bantul, Yogyakarta ini merupakan salah satu petilasan Pangeran Diponegoro saat berjuang melawan Belanda.

Pangeran Dipenegoro merupakan seorang pemimpin perang yang andal karena menggunakan strategi perang gerilya yang sangat merepotkan Belanda.

Banyak di antara gua-gua persembunyian di daerah Yogyakarta yang dijadikan basis pertahanan Pangeran Diponegoro dan pasukannya.

Salah satunya adalah Gua Selarong yang memiliki sebuah air terjun indah di dekatnya.

Sayangnya air terjun tersebut hanya bisa dilihat saat musim penghujan.

Sedangkan saat musim kemarau airnya biasanya kering.

Gua Selarong menjadi tempat wisata sekaligus tempat berziarah karena diyakini terdapat dua makam yang disebut-sebut sebagai pengikut Pangeran Diponegoro yang gugur saat berjuang melawan penjajah.

6. Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo terbagi menjadi 2 unit, Unit pertama terletak di Jl.Trikora no.6 Yogyakarta dan Unit dua terletak di Ndalem Condrokiranan, Wijilan, Yogyakarta.

Museum Sonobudoyo merupakan museum terlengkap di Indonesia setelah Museum Nasional di Jakarta yang memuat koleksi kesenian dan kebudayaan.

Museum yang dibangun pada tahun 1924 ini hingga kini memililiki koleksi keris hingga 1200 dari berbagai daerah dan berbagai macan jenisnya.

Koleksi Museum Sonobudoyo tidak hanya terbatas koleksi budaya dari Jawa semata tapi juga yang berasal dari Madura, Bali hingga dari Lombok.

7. Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta hingga kini masih banyak menyimpan misteri.

Lokasi Keraton Yogyakarta disebut-sebut sangat ideal karena berada di tengah antara Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis.

Beberapa orang percaya ada jalan bawah tanah tersembunyi yang hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu yang menuju ke pesisir pantai juga menuju kaki Gunung Merapi.

Salah satu lokasi wisata yang kerap dikunjungi warga juga wisatawan dari daerah lain adalah Alun-Alun Utara dan Alun-Alun Selatan.

Keduanya menjadi pusat berkumpul warga saat sore hingga malam hari yang menawarkan berbagai macam wisata unik, mulai dari becak, aksi tutup mata agar bisa melewati dua pohon beringin, hingga wisata kuliener jajanan khas Yogyakarta seperti gudeg dan angkring murah meriah di pinggir-pinggir jalan.

Wisatawan pun tetap bisa mengunjungi Keraton Yogyakarta untuk melihat koleksi museum terutama pameran barang-barang serta lukisan Kesultanan Yogyakarta.

Itulah tempat wisata etnik Hari Raya Nyepi di Jogja yang bisa kamu kunjungi saat liburan kali ini.

Selain itu ada juga wisata kuliner khas Yogyakarta yang tak boleh kamu lewatkan.

(TribunTravel.com/Ratna Widyawati)

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul 7 Tempat Wisata Etnik di Jogja dan Jawa Tengah yang Bisa Dikunjungi Saat Hari Raya Nyepi

ARTIKEL POPULER:

Bawakan Makanan dan Minuman Kesukaan, Istri Jenguk Sandy Tumiwa di Polsek Metro Menteng

Sandy Tumiwa Ditangkap terkait Narkoba, Konsumsi Sabu Sudah Setahun

95 Rumah Warga Rusak akibat Gempa Solok Selatan

TONTON JUGA:

Editor: Fatikha Rizky Asteria N
Video Production: Aprilia Saraswati
Sumber: TribunTravel.com
Tags
   #Hari Raya Nyepi
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved