Travel

Hidangan Lontong Cap Go Meh, Hanya Bisa Dinikmati Setahun Sekali di Kafe Star Solo

Rabu, 27 Februari 2019 20:45 WIB
Tribun Video

Laporan Wartawan Tribun-Video.com, Radifan Setiawan

TRIBUN-VIDEO.COM – Lontong Cap Go Meh merupakan hidangan yang wajib disantap oleh masyarakat keturunan Tionghoa saat perayaan hari ke-15 atau yang berarti hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek.

Tak terkecuali masyarakat keturunan Tionghoa yang tinggal di Kota Solo, Jawa Tengah.

Mereka bisa menemukan hidangan Lontong Cap Go Meh di Kafe Star Solo, di Jl. Sutan Syahrir No.126, Setabelan, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah.

Spesialnya menu Lontong Cap Go Meh di restoran tersebut adalah, hanya dihidangkan selama dua minggu saat perayaan Cap Go Meh.

Tahun ini Cap Go Meh jatuh pada Selasa (19/2/2019), sehingga Kafe Star masih akan menyediakan menu tersebut hingga seminggu ke depan.

Di Kafe Star Solo, menu Lontong Cap Go Meh dibanderol dengan harga Rp40 ribu per porsi.

Kafe Star Solo buka dua sesi dalam sehari yaitu, pukul 07.00-14.00 WIB dan pukul 17.00-21.00 WIB.

Setyawati Chandra (75), pemilik Kafe Star menjelaskan bahwa alasannya menyediakan menu tersebut setiap perayaan Cap Go Meh adalah untuk meneruskan tradisi.

 “Karena itu tradisi dari nenek moyang kita ya, nenek moyang kita dari Tiongkok ya. Seperti kalau orang Jawa Bakdo Kupat ya,” kata pemilik restoran yang memiliki menu andalan Tahu Pong tersebut saat ditemui TribunSolo.com, Selasa (19/2/2019).

Meski hidangan Cap Go Meh mengadaptasi dari masakan Jawa, namun ada cukup banyak perbedaan yang mencolok di hidangan tersebut.

Lontong Cap Go Meh terdiri dari lontong yang disajikan dengan opor ayam, sayur lodeh, sambal goreng hati, acar, telur pindang, abon sapi, bubuk koya, sambal, dan kerupuk.

Dalam sepiring lontong Cap Go Meh, rasa gurih manis sayur mendominasi dipadu dengan kelembutan suwiran daging ayam.

Untung orang Tionghoa, hidangan Lontong Cap Go Meh melambangkan keberuntungan.

Lontong yang padat dianggap berlawanan dengan bubur yang encer, menurut tradisi Tionghoa bubur dianggap sebagai makanan orang sakit.

Sehingga, bentuk lontong yang panjang dianggap melambangkan panjang umur.

Kemudian telur, dalam kebudayaan apapun selalu melambangkan keberuntungan. (*)

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Radifan Setiawan
Videografer: Radifan Setiawan
Video Production: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Video
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved