Jumat, 1 Mei 2026

Viral News

Netanyahu Diminta Mundur dari Jabatan, Dianggap Jadi Ancaman untuk Militer Israel

Rabu, 4 September 2024 13:41 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Pemimpin Partai Persatuan Nasional Benny Gantz menyerukan Israel agar lebih mementingkan kondisi para sandera ketimbang koridor Philadelpia.

Dalam pidatonya pada Selasa (3/9) malam, Gantz mengatakan, meski menguasai kawasan perbatasan Gaza-Mesir menjadi tujuan penting untuk mencegah Hamas menyelundupkan senjata, namun Israel bisa kembali ke daerah tersebut jika dianggap perlu.

Gantz lantas menuding Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tak benar-benar melindungi para sandera yang kini ditawan di Gaza.

Baca: Hamas Ancam Israel: Sandera dari Negara Zionis Itu Akan Kembali dalam Peti Mati Jika IDF Dekati Gaza

Tak hanya itu, Netanyahu juga tak akan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Lebih lanjut Gantz meminta Netanyahu untuk mundur jika tak dapat menahan tekanan internasional.

Selain itu, Gantz juga menyerukan pemilihan umum baru.

Menurut Gantz, ancaman nyata bagi Israel bukanlah koridor Philadelphia, melainkan Iran dan jaringan proksinya.

Baca: Update Rangkuman 333 Perang Gaza: Yaman & AS Eskalasi Medan Perang, Front Baru Iran di Lembah Yordan

Gantz mengklaim lembaga keamanan Israel telah mengusulkan sistem penghalang bawah tanah untuk melawan upaya penyelundupan.

Namun usulan ini sengaja ditunda oleh Netanyahu.

Gantz mengatakan, penyebab utamanya bukan soal Philadelphia tapi kurangnya keputusan strategis.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Benny Gantz: Netanyahu Harus Mundur, Eks Kepala Tentara Sebut Keamanan Israel Terancam

Program: Viral News
Host: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor Video: Januar Imani Ramadhan
Uploader: Ramadhan Aji Prakoso

# Netanyahu # Militer Israel # Jalur Gaza # Perbatasan Gaza dengan Mesir

Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: Januar Imani Ramadhan
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved