Minggu, 10 Mei 2026

Tribunnews Update

Pengamat Bingung PDIP Usung Pramono Anung-Rano Karno di Pilkada Jakarta: Berpotensi Kalah Telak

Selasa, 27 Agustus 2024 21:48 WIB
TribunJakarta

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - PDIP memilih menduetkan Pramono Anung dan Rano Karno dibandingkan Anies Baswedan untuk maju di Pilkada Jakarta 2024.

Melihat hal ini, pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti mengaku heran.

Baca: Melawan Khofifah, Mensos Risma Bakal Diusung PDIP Maju di Pilkada Jawa Timur 2024, Diumumkan Besok?

Ia menilai keputusan tersebut seakan menunjukkan bahwa PDIP sengaja mengalah daripada melawan koalisi gemuk KIM Plus.

Dilansir dari Tribunnews.com, hal itu diungkapkan oleh Ray Rangkuti, pada Selasa (27/8/2024).

Ray Rangkuti mengatakan duet Pramono Anung-Rano Karno seharusnya dihindari.

Sebab menempatkan Pramono di Jakarta sama saja dengan menempatkan orang yang sama sekali tidak dikenal di Jakarta.

Baca: Batal Usung Anies di Pilkada Jakarta, PDIP Daftarkan Pramono Anung-Rano Karno ke KPUD Jakarta Besok

"Ini pilihan yang mestinya dihindari, bukan dipadukan. Menempatkan Pramono di Jakarta, sama dengan menempatkan orang yang sama sekali tidak dikenal oleh warga Jakarta," kata Ray.

Padahal menurutnya warga Jakarta bukanlah pemilih yang manut dan sulit menerima orang yang tidak memiliki hubungan mengikat.

"Tanpa ada hubungan yang mengikat mereka secara rasional, pun emosional, akan sulit diterima warga," kata Ray.

Ray pun mengaku bingung dengan strategi yang dilakukan elite PDIP untuk Pilkada Jakarta.

Terlebih secara elektabilitas, keduanya juga sangat tertinggal dengan Ridwan Kamil-Suswono.

"Ridwan Kamil-Suswono, kemungkinan sudah mendekati angka 20 persen. Pramono- Rano bahkan baru akan memulai," kata Ray.

Baca: Batal Usung Anies di Pilkada Jakarta, PDIP Daftarkan Pramono Anung-Rano Karno ke KPUD Jakarta Besok

Ray menganggap keputusan mengusung Pramono-Rano Karno ini seakan PDIP kehilangan  taji dan tanduk untuk menyeruduk.

Yang mana hal itu biasanya tidak dilakukan oleh PDIP.

"Di Banten, mereka mampu dengan manis, akhirnya, menarik Golkar bergabung. Itu, karena langkah yang diambil rasional. Mendukung cagub yang elektabilitasnya tinggi."

"Di Jakarta, pusat persaingan KIM Plus dengan oposisi, malah memajukan pasangan yang berpotensi akan mengalami kekalahan telak," kata Ray.

Oleh karena itu Ray menganggap dengan mengusung Pramono-Rano Karno sama saja dengan PDIP sengaja mengalah melawan koalisi gemuk KIM Plus yang mengusung Ridwan Kamil-Suswono.

Baca: Pertarungan 2 Srikandi, PDIP akan Usung Risma untuk Lawan Khofifah di Pilgub Jatim 2024

"Mestinya, di tempat di mana simbol persaingan itu sangat kuat, PDIP harus mendorong calon yang seimbang bagi pasangan KIM Plus."

"Entah, PDIP di Jakarta, nampaknya lebih memilih jalan mengalah daripada melawan," kata Ray. (Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul PDIP Usung Pramono Anung-Rano Karno, Pengamat Bingung: Pilih Mengalah Daripada Melawan di Jakarta

# TRIBUNNEWS UPDATE # PDIP # PDI Perjuangan # pilkada # Jakarta

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Ariska Nur Choirina
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: TribunJakarta

Tags
   #TRIBUNNEWS UPDATE   #PDIP   #PDI Perjuangan   #pilkada   #Jakarta

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved