Terkini Daerah

Napak Tilas ke 264 Perjanjian Giyanti di Karanganyar

Jumat, 15 Februari 2019 07:23 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM, KARANGANYAR - Ribuan warga Kelurahan Jantiharjo, Karanganyar, Jawa Tengah, berebut gunungan arum manis dalam acara Napak Tilas Ke-264 Perjanjian Giyanti.

Penandatanganan Perjanjian Giyanti yang tersohor itu berlangsung di daerah ini pada 13 Februari 1755.

Acara bertajuk napak tilas merupakan agenda rutin tahunan yang kini menginjak ke-264.

Warga berkumpul di Situs Perjanjian Giyanti di Kerten Kelurahan Jantiharjo, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar pada Rabu (13/2/2019) malam.

Warga Kerten yang terkenal dengan UMKM arum manis, menghadirkan gunungan berisi hasil bumi arum manis sejumlah 1.000 buah.

Arum manis adalah penganan khas, warga daerah tertentu menyebutnya rambut nenek, kembang gula atau gulali.

Gunungan tersebut diarak layaknya kirab dari perempatan Kerten menuju situs Perjanjian Giyanti.

Diiringi ibu-ibu yang membawa tumpeng beserta pawai obor berjumlah 13 buah yang menandai tanggal penandatanganan Perjanjian Giyanti.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengungkapkan, Perjanjian Giyanti berisikan pembagian dua wilayah Kerajaan Mataram, yakni Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.

"Kalau Karanganyar ini termasuk tlatah Mangkunegaran yang dijiwai semangat juangnya Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa. Maka kita patut bangga dan bersyukur," jelasnya kepada Tribunjateng.com.

Juliyatmono menekankan, Situs Perjanjian Giyanti adalah tempat bersejarah bukan tempat pemujaan.

Oleh karena itu, dengan adanya rencana pendirian padepokan bergaya Joglo, dia berharap masyarakat bisa menggunakan tempat tersebut untuk sinau sejarah, klumpukan, dan sarasehan.

Harapannya dengan rutin digelar acara napak tilas bisa mengembangkan ekonomi masyarakat di wilayah sekitar.

Lurah Jantiharjo, Andrianto menambahkan, gunungan dan tumpengan adalah hasil bumi dari masyarakat merupakan wujud syukur yang dikemas dengan kebudayaan.

Dihadirkannya gunungan arum manis merupakan ciri khas lingkungan sekitar.

"Arum manis itu kan ciri khas dari warga Desa Kerten yang memiliki UMKM berjualan arum manis," jelas Andrianto.

Selain kirab hasil bumi, bazar jajanan dan jalan sehat juga menjadi rangkaian acara pada H-7 puncak peringatan.

Ardianto berharap acara peringatan Perjanjian Giyanti tahun depan lebih baik.

Bisa dihadiri tamu dari Keraton Surakarta dan Yogyakarta.

Seorang warga, Dewi Anastasya (14) merasa senang bisa ikut berebut gunungan arum manis.

Ia sudah mempersiapkan diri ikut berebut arum manis.

"Semoga tahun depan acaranya lebih ramai lagi," harapnya. (Tribun Jateng/Agus Iswadi)

ARTIKEL POPULER:

Ditanya Pilih Jokowi atau Prabowo, Begini Jawaban dan Saran Cak Nun

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Video Detik-detik Personel Band Seventeen Diterjang Tsunami di Banten saat Tampil, 2 Orang Meninggal

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved