TRIBUNNEWS UPDATE
Yaman Diserang, Pemimpin Houthi Murka dan Ancam Israel dengan Pembalasan Besar-besaran
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Pemimpin gerakan Ansar Allah Yaman Abdul Malik Al Houthi marah besar atas serangan Israel di Provinsi Hodeida.
Ia pun bersumpah akan melancarkan lebih banyak serangan terhadap Israel.
Baca: Houthi Klaim Punya Banyak Senjata Canggih, Israel Panik Siaga Tinggi Hadapi Serangan Balasan Yaman
Menurut Al-Houthi, serangan di pelabuhan Hodeida tidak akan menyurutkan kelompoknya untuk membela Palestina.
Justru ini menjadi momentum yang tepat untuk membalas kejahatan Israel dengan kekuatan besar-besaran.
"Serangan mematikan Israel di Hodeida akan menyebabkan eskalasi lebih lanjut dan lebih banyak serangan yang menargetkan Israel," kata Al-Houthi, dikutip dari The Times of Israel, Senin (22/7/2024).
Baca: AS & Inggris Ikut Dibidik Houthi, Militer AS Tegaskan Tak Terlibat Serangan IDF ke Pelabuhan Yaman
Adapun serangan di pelabuhan Hodeida terjadi pada Sabtu (20/7/2024).
Serangan ini mengakibatkan tangki minyak terbakar dan menewaskan tiga orang.
Israel berdalih jet tempurnya mengebom Yaman sebagai balasan atas serangan di Tel Aviv sehari sebelumnya. (Tribun-Video.com)
Baca juga berita terkait di sini
# TRIBUNNEWS UPDATE # Houthi # Yaman # perang # Israel
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Mellinia Pranandari Putri Kristianto
Sumber: Tribun Video
Tribunnews Update
Fakta Narasi Viral Wali Kota Iran Sebut Rudal Australia yang Serang Iran Bisa Kena Indonesia: Hoaks
Kamis, 16 April 2026
Internasional
PERANG DARAT IRAN AKAN PECAH? Amerika Serikat Kirim 10 Ribu Pasukan Baru ke Wilayah Timur Tengah
Kamis, 16 April 2026
Tribun Video Update
Iran Ultimatum AS: Serangan Darat Berisiko Buat Kerugian Besar, Ribuan Pasukan Trump akan Ditawan
Kamis, 16 April 2026
Tribunnews Update
Bobby Nasution Jawab soal Isu Tampar Sopir Direktur BUMD di Acara KONI: Digaji APBD Dipakai Narkoba
Kamis, 16 April 2026
Tribunnews Update
IDF Desak Pemerintah Israel Berlakukan UU Wajib Militer seusai Kekurangan Personel Tentara
Kamis, 16 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.