Kamis, 23 April 2026

Local Experience

Upacara Adat Naik Dango, Ungkapan Rasa Syukur Suku Dayak Kanayatn atas Hasil Panen

Jumat, 19 Juli 2024 18:36 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Upacara adat Naik Dango yang juga dikenal dengan Gawai Dayak merupakan bentuk kearifan lokal suku Dayak Kanayatn yang merupakan perkembangan dari pertunjukan kesenian.

Upacara adat Naik Dango memiliki tujuan untuk menghaturkan rasa syukur terhadap Nek Jubata atau sang Pencipta atas berkah berupa hasil panen padi.

Selain itu, Naik Dango juga memiliki maksud agar hasil panen di tahun berikutnya juga bisa berlimpah.

Sehari sebelum ritual Naik Dango, masyarakat harus melaksanakan Batutu, yakni memasak beberapa makanan sebagai simbol hasil pertanian masyarakat.

Makanan yang diolah yakni beras ketan yang dimasak di dalam bambu berukuran besar dan tumpi (semacam roti cucur).

Upacara adat Naik Dango ditandai dengan menyimpan seikat padi yang baru dipanen ke dalam lumbung padi (dango) oleh setiap kepala keluarga keturunan suku Dayak yang bertani atau berladang.

Setelah diletakkan di dalam dango, selanjutnya dilaksanakan upacara Nyangahatn atau disebut juga Barema, di saat inilah doa-doa Pamane atau tetua adat dipanjatkan kepada sang Pencipta atau Nek Jubata.

Bagian penting dalam upacara Naik Dango adalah Nyangahatn. Dalam prosesnya Tingkakok Nimang Padi, simbol yang mengingatkan proses turunnya padi dari Jubata atau sang Pencipta kepada manusia.(*)

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Eftian Rio Prayoga
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved