Terkini Daerah

Keroyok Cleaning Service bersama Orangtuanya, Siswa SMP Galesong Terancam Dikeluarkan dari Sekolah

Selasa, 12 Februari 2019 14:48 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang pegawai honorer yang bertugas sebagai petugas kebersihan di SMP Negeri 2 Galesong di Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan menjadi korban pengeroyokan oleh orangtua pelajar dan sejumlah siswa.

Video tentang pengeroyokan tersebut pun viral di media sosial.

Pengeroyokan tersebut menimpa Faisal Pole (38) yang terjadi pada Sabtu (9/2/2019).

Dilansir Tribun Video dari Kompas.com, peristiwa ini berawal dari cekcok mulut antara Fasal dan IM (12) yang dipicu umpatan kasar dari IM terhadap Faisal.

Cekcok mulut tersebut kemudian berujung pemukulan terhadap IM.

IM yang tak terima dipukul kemudian pulang ke rumah dan melaporkan kejadian itu kepada orangtuanya, MS (48).

MS yang kalap mendengar anaknya dipukul kemudian datang ke sekolah yang berujung pada pengeroyokan terhadap korban.

"Saya lagi bersihkan sampah dan lewat ini anak lalu saya dibilang (diumpat) anjing kudisan. Saya tegus dia baik-baik, tapi dia malah melawan dan kembali saya dikatakan anjing. Jadi, saya langsung tendang dia," kata Faisal pada Selasa (12/2/2019).

Korban yang saat itu tengah membersihkan sampah langsung dikeroyok oleh MS dan anaknya, IM, serta tiga rekan siswa lainnya masing masing RD (12), NA (12), dan AK (12). Akibat dari pengeroyokan ini, Faisal menderita luka robek pada bagian kepala.

MS yang saat ini diamankan di Mapolsek Galesong mengaku khilaf dan meminta maaf atas kejadian ini.

"Saya betul-betul khilaf. Yang saya tahu anak saya dipukul begitu saja. Jadi, saya datang ke sekolah," kata MS.

Empat pelaku yang berstatus pelajar itu pun juga sudah diamankan oleh kepolisian.

Bahkan, mereka terancam dikeluarkan dari sekolahan.

Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Galesong, Hamzah pada Selasa (12/2/2019).

Alasan kebijakan tersebut bukan semata lantaran kasus pengeroyokan, pihak sekolah juga mengaku kewalahan mendidik pelaku.

"Mereka memang sering berbuat onar terutama kepada guru perempuan, sering dia bilangi (umpat) gurunya bahkan sudah berapa guru perempuan yang pernah datang menangis kepada saya karena dibilangi kasar," kata Kepala SMP Negeri 2 Galesong Hamzah.

Meskipun demikian, pihaknya masih menunggu proses penyelidikan dari pihak kepolisian, terlebih lagi dirinya berstatus saksi dalam kasus ini.

"Saya ini saksi di kantor polisi karena memang saya lihat dan lerai pengeroyokan dan nanti mungkin kami akan kembali kepada orangtua masing-masing untuk dipindahkan ke sekolah lain, sebab kami di sini sudah tidak mampu," kata Hamzah.

Simak video di atas. (Tribun Video/Kompas)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Siswa SMP Galesong Pengeroyok Pegawai Honorer Terancam Dikeluarkan dari Sekolah"

ARTIKEL POPULER:

Baca: Detik-detik Pebalap Road Race Tabrak Pembatas hingga Terpental, saat Berdiri Ditabrak dari Belakang

Baca: Tim SAR Polairud Polda Sumsel Temukan Jasad Ebit di Perairan Pulau Salah Nama

Baca: Wapres Rayakan Ultah Ke-76 Mufidah JK

TONTON JUGA:

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Fatikha Rizky Asteria N
Video Production: Fatikha Rizky Asteria N
Sumber: Kompas.com
Tags
   #Galesong   #Cleaning Service
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved