Minggu, 12 April 2026

Silaturahmi ke Muhammadiyah dan NU, Kapolda Bengkulu Ajak Masyarakat Berhati-hati dengan Hoaks

Jumat, 8 Februari 2019 17:11 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUN-VIDEO.COM - Anak daerah kembali ke kampung halamannya untuk mengemban amanah sebagai Kapolda.

Hal itu lah yang terjadi pada Kapolda Bengkulu terkini yakni Brigjen Pol Supratman. Supratman yang merupakan pria kelahiran Bengkulu, akhirnya bertugas di kampung halamannya sendiri.

Ia meninggalkan posisinya sebagai Wakapolda Jawa Barat dan mendapat amanah sebagai orang nomor satu di Bengkulu dalam jajaran polisi.

Usai menjabat sebagai Kapolda Bengkulu, Supratman melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi untuk bersilaturahmi, Kamis (7/2/2019).

Pantauan Tribunnews.com, ia menyambangi Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) yang berada dikawasan Lingkar Timur Kota Bengkulu.

Kedatangannya disambut oleh para pengurus Muhammadiyah Provinsi Bengkulu.

Supratman tak sendiri, ia didampingi oleh Wakapolda Bengkulu Kombes Pol Budi Widjanarko, serta beberapa Pejabat Utama Polda Bengkulu.

Dalam kesempatan itu, Supratman menegaskan silaturahmi yang dilakukannya adalah kewajiban.

"Ya saya kan istilahnya silaturahmi. Ini kan kewajiban saya kepada tokoh masyarakat disini. Mohon doanya, mohon kerja samanya, mudah-mudahan Bengkulu selalu dalam keadaan aman, nggak ada masalah. Itu yang paling pokok bagi saya," ujar Supratman, di lokasi, Kamis (7/2/2019).

Selain itu, jenderal bintang satu tersebut juga mengunjungi Kantor Pengurus Wilayah Yayasan Kesejahteraan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Bengkulu.

Dalam dua silaturahmi itu, Supratman berpesan agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap berita bohong atau hoaks. Terutama, jelang pesta demokrasi di tahun 2019 ini.

"Ya itu kan namanya medsos ya, hati-hati. Jangan terlalu percaya, namanya hoaks itu ya pasti nggak bener. Kasihan masyarakat yang tidak mengerti, yang hanya menelan begitu saja," kata dia.

Untuk mencegah penyebaran hoaks itu, Supratman menghimbau agar masyarakat lebih mencerna informasi yang diterima dan mengecek kebenarannya.

"Makanya dicerna betul, kemudian lebih bagus kalau kata orang Islam itu bertabbayun. Itu yang paling pas. Cek semua. Kalau memang ada kebenarannya nggak apa-apa, tapi kalau nggak, ya jangan (disebar)," pungkasnya.(*)

Editor: Novri Eka Putra
Reporter: Vincentius Jyestha Candraditya
Videografer: Vincentius Jyestha Candraditya
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved