Kamis, 9 April 2026

Terkini Daerah

Kelompok Tani Akar Tani Makmur di Kudus Panen Perdana Padi Organik

Selasa, 29 Januari 2019 21:22 WIB
Tribun Jateng

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUN-VIDEO.COM, KUDUS – 30 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Akar Tani Makmur memanen hasil padi organiknya.

Panen perdana dilakukan di Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Senin (28/1/2019).

Panen ini menandai berhasilnya program yang digalakkan Akar Tani Makmur yang didukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melaui Program Pendidikan dan Kecakapan Wirausaha Unggulan (PKWU).

Tukimin (38) petani pada kelompok itu mengatakan, ini merupakan kali pertama dia menanam padi organik.

Hasilnya dinilai lebih melimpah daripada padi non organik yang sebelumnya dia tanam.

“Bulirnya serta rumpunnya lebih banyak daripada padi non organik. Padinya juga kuat batangnya lebih besar,” kata Tukimin, petani asal Desa Purworejo, Kecamatan Bae itu.

Sejak tanam, katanya, sama sekali tidak menggunakan bahan kimia.

Baik itu pupuk kimia maupun pestisida.

Selama perawatan juga gunakan cara alami, yaitu memanfaatkan bonggol pisang yang telah diolah saat masa pertumbuhan padi.

“Kalau ada hama, kami kaji atau konsultasikan bersama dengan petani organik lainnya. Kami biasa berkumpul selama seminggu sekali, itu namanya sekolah lapang,” katanya.

Bupati Kudus Muhammad Tamzil mengatakan, pertanian organik yang saat ini digalakkan Akar Tani Makmur bisa menjadi percontohan bagi wilayah Kudus yang lain.

Saat para petani kesulitan mencari pupuk kimia untuk kebutuhan tanaman, beda halnya dengan para petani organik, mereka sama sekali tidak menggantungkan pupuk kimia.

“Sama-sama 3 bulan bisa panen, kami optimis pertanian organik di Kudus bisa berkembang. Kami punya program sama, nanti bisa belajar dari sini. Kira-kira pada 2019 nanti 4 hektare dahulu,” kata Tamzil.

Kepala Pusat Pengembangan PAUD dan Pendidikan Masyarakat Jawa Tengah, Djajeng Baskoro mengatakan, program PKWU ini hanya ada di 6 titik di Indonesia.

Dan di Kudus yang dinilainya berhasil.

Pembina Akar Tani Makmur, Hasan Aoni mengatakan, para petani sejak tanam, sudah diajarkan agar tidak bingung saat menjual hasil panennya.

Sebab, padi organik lebih unggul dibanding padi non organik. 

“Ini saat panen nanti sudah ada yang siap membelinya. Nanti kalau sudah jadi beras, per kilogramnya Rp25 ribu,” kata dia. (*)

ARTIKEL POPULER:

Ditanya Pilih Jokowi atau Prabowo, Begini Jawaban dan Saran Cak Nun

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Video Detik-detik Personel Band Seventeen Diterjang Tsunami di Banten saat Tampil, 2 Orang Meninggal

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Jateng

Tags
   #panen padi   #Kudus

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved