Local Experience
Misteri Rambut Gimbal Dieng, Konon Berkaitan dengan Punggawa Mataram Islam
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Rambut Gimbal Dieng adalah fenomena tumbuhnya rambut gimbal secara misterius pada anak-anak di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah.
Belum ada riset ilmiah, mengapa Rambut Gimbal muncul pada anak-anak di Dataran Tinggi Dieng.
Lebih membuat kesan misterius lagi yakni di luar kawasan terdekat dari Dataran Tinggi Dieng, tidak ditemukan fenomena Rambut Gimbal demikian.
Selain belum ada riset ilmiah terhadap fenomena Rambut Gimbal, penjelasan logis juga sukar diformulasikan jika menjelaskan kenapa bisa muncul Rambut Gimbal pada anak-anak di Dieng.
Yang pasti jelas diketahui dari fenomena Rambut Gimbal adalah prosesi ruwatan dan pemotongan rambut.
Setelah menjalani ruwatan dan potong rambut itu, biasanya rambut anak-anak Dieng tersebut akan normal kembali.
Ada bermacam latar belakang dan informasi tentang fenomena Rambut Gimbal di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah.
Pertama, masyarakat Dieng menyebut anak-anak berambut gimbal dengan sebutan ‘anak gembel’.
Ini karena rambut gimbal sering dikaitkan dengan orang yang jarang mandi atau malas mengurus tubuh mereka.
Padahal, anak-anak berambut gimbal di Dieng merupakan anak-anak yang terawat.
Menurut masyarakat Dieng, anak-anak berambut gimbal merupakan titipan dari Kyai Kolo Dete.
Kyai Kolo Dete merupakan salah seorang punggawa pada masa Mataram Islam atau sekitar abad 14.
Bersama dengan Kyai Walid dan Kyai Karim, Kyai Kolo Dete ditugaskan oleh Kerajaan Mataram untuk mempersiapkan pemerintahan di daerah Wonosobo dan sekitarnya.
Kyai Walid dan Kyai Karim bertugas di daerah Wonosobo, sementara Kyai Kolo Dete bertugas di Dataran Tinggi Dieng.
Tiba di Dataran Tinggi Dieng, Kyai Kolo Dete dan istrinya (Nini Roro Rence) mendapat wahyu dari Ratu Pantai Selatan.
Pasangan ini ditugaskan membawa masyarakat Dieng menuju kesejahteraan.
Tolak ukur sejahteranya masyarakat Dieng akan ditandai dengan keberadaan anak-anak berambut gimbal.
Sejak itulah, muncul anak-anak berambut gimbal di kawasan Dataran Tinggi Dieng.
Versi kedua, yakni pada zaman dahulu kala seorang putri cantik bernama Sinta Dewi memesona Pangeran Kidang Garungan.
Pangeran berniat mempersunting Sinta Dewi.
Gayung pun bersambut, Sinta Dewi menerima lamaran Pangeran Kidang. Padahal, Sinta Dewi belum pernah berjumpa dengan pangeran.
Ketika rombongan pangeran tiba di istana Sinta Dewi, terbelalaklah sang putri.
Pangeran Kidang bukan pangeran gagah perkasa dan tampan, melainkan seorang pangeran dengan kepala kijang.
Sinta Dewi yang telanjur menerima lamaran itu kecewa.
Kalau perempuan zaman modern meminta disediakan rumah dan mobil kepada calon suaminya, Sinta Dewi meminta Pangeran Kidang membuat sebuah sumur.
Alasannya, penduduk di kerajaan Sinta Dewi sulit mendapatkan air. Sumur itu harus selesai dalam satu malam saja. Pangeran Kidang pun menyanggupi permintaan tersebut. Dia lalu menggali sumur.
Kidang terus menggali dan menggali. Dari atas bibir sumur, pengawal dan dayang-dayang Sinta Dewi malahan menimbunnya.
Pangeran kesal dan marah.
Sebelum tewas, dia mengucapkan sumpah bahwa keturunan Sinta Dewi akan berambut gimbal.
Ketiga, dalam informasi dari buku Serat Pereden Dieng yang kini dipegang Santosa, Kepala Dusun Dieng Kulon, moyang dari penduduk Dieng dahulu kala memiliki rambut gimbal.
Setelah terjadi pralaya (bencana) dan kepergian umat Hindu dari Dieng ke bagian timur pulau Jawa dan Bali, ternyata orang yang datang dan mendiami Dataran Tinggi itu setelahnya adalah orang berambut gimbal.
Sosok pertama yang datang ke Dieng pada masa abad 16 adalah Ki Rewog.
Lalu disusul oleh Ki Dite dan Ki Citra.
Dari ketiga orang itu, Ki Rewog dan Ki Dite memiliki rambut panjang gimbal.
Setelah era peradaban Hindu, dimulailah era kearifan lokal dengan tokoh-tokoh tersebut dengan menjadi teladan adatnya.(*)
Video Production: Damara Abella Sakti
Sumber: Tribunnews.com
Local Experience
Bayar Seikhlasnya, Makan Seenaknya: Kisah Warung Berbagi yang Menghangatkan Hati
7 hari lalu
Local Experience
Batu Baginde Belitung Selatan, Granit Raksasa di Tengah Hutan dengan Panorama Membalong yang Eksotis
Rabu, 1 April 2026
Local Experience
Angklung Bambu Produksi Warga Jepara Berhasil Menembus Pasar Eropa
Selasa, 31 Maret 2026
Local Experience
Rahasia Lezat Ilabulo Gorontalo, Dibakar Langsung dengan Aroma Smoky
Senin, 30 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.