Minggu, 26 April 2026

Sulsel Darurat Banjir, Gubernur Posting Video Detik-detik Evakuasi Warga oleh Basarnas

Rabu, 23 Januari 2019 12:07 WIB
Tribun Timur

TRIBUN-VIDEO.COM - Cuaca buruk yang melanda Sulsel dua hari terakhir menelan korban jiwa.

Pemerintah Kabupaten Gowa merilis enam warganya meninggal dunia karena bencana banjir.

Sementara Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk evakuasi korban yang terjebak luapan air akibat banjir dan pemenuhan kebutuhan pokok warga yang mengungsi.

Gubernur Sulsel juga memposting video detik-detik penyelamatan warga Nusa Mappala Gowa oleh Tim Basarnas.

Sementara Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Gowa menelan enam korban jiwa, Selasa (22/1/2019).
Keenam korban tersebut tercatat bernama Akram al yusran (3) warga BTN Zigma Pangkabinanga Pallangga Gowa. Rizal Lisantrio (48) BTN Batara Mawang akibat tersengat listrik.

Selanjutnya dua korban di belakang pasar sapaya Kecamatan Bungaya tercatat Sarifuddin Dg Baji, serta 1 bayi belum teridentifikasi.

Sementara dua korban lainnya adalah korban longsor, satu di Malino atas nama Andi Sri Hastuti sedang satu korban longsor di Parogi yang belum teridentifikasi.

"Ada korban Akram sempat mendapat perawatan di RSUD Syekh Yusuf. Penyebanya kedinginan. Dia ini korban banjir," kata Adnan Purichta Ichsan.

Sementara itu untuk korban luka lanjutnya ada 4 orang masing-masing di satu Kecamatan Manuju, satu di Bontomarannu dan 2 di Kecamatan Pallangga.

Tak hanya itu, laporan hilang tercatat ada 10 orang masing-masing di bungaya 2, tinggimoncong 1 yakni Hamsah Dg Sija, serta di Manuju 7 orang.

Adnan mengatakan, ada beberapa titik banjir di wilayah yang dipimlinnya itu. Seperti di Pallangga, di Desa sailong Kecamatan Pattalassang serta di Barombong.

Namun yang terparah adalah di Pangkabinanga Pallangga. Dimana ketinggian air mencapai 2 meter. Jumlah yang terdampak banjir di Pallangga ini sekitar 450 sampai 500 kk, dengan tiga titik banjir.

"Selain banjir dan longsor di dataran tinggi, juga terdapat 4 jembatan kita yang putus,"katanya.

Menurut Adnan, derasnya curah hujan di Kabupaten Gowa memang sudah diprediksi sebelumnya. Bahkan BMKG merilis hingga selasa pukul 03.00 dinihari. Hal inilah yang memicu tinggi permukaan air di Bendungam Bili-Bili meninggi.

Akibatnya pintu air harus dibuka sehingga berdampak tidak hanya di Kabupatem Gowa tapi kabupaten Kota lainnya.

Akan tetapi jika pintu tidak dibuka, maka Bili-bili bisa jebol dan berakibat lebih parah.

"Kita lihat Sungai Jeneberang di jembatan kembar ketinggiannya sudah hampir naik ke atas jembatan. Tapi kita teta harus buka pintu bili-bili untuk menghindari hal yang lebih buruk,"jelasnya.

Untuk itu pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak Balai Pompengan dan Jeneberang terkait kondisi terkini Bili-Bili. Dan kabar terakhor permukaan air bili-bili diinformasikan terus menurun.

Pihaknya berharap tinggi air permukaan bisa turun menjadi 100 dan bahkan mencapai kondisi normal dibawah 95. "Informasinya terus turun. Sekarang di 101,83. Jadi tidak ada kenaikan. Kita berharap turun sampai 100. Kita berdoa sama-sama," pungkas Adnan.(*)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Sulsel Darurat Banjir Gubernur Posting Video Detik-detik Evakuasi, Awas Info Hoax Sirine Bili-bili

Editor: Novri Eka Putra
Sumber: Tribun Timur

Tags
   #banjir   #Sulsel   #Nurdin Abdullah

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved