Konflik Palestina Vs Israel
Eks Komandan IDF Kewalahan Bunuh Petinggi Hamas & Al Qassam, Sulit Cari Akibat Gaza Padat Penduduk
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Eks Komandan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Aviv Kochavi mengaku kesulitan untuk membunuh petinggi Hamas, Yahya Sinwar.
Tak hanya Yahya, namun juga Mohammed Al-Deif, Panglima Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas.
Menurutnya, kawasan Gaza yang padat penduduk membuat IDF sulit untuk menemukan petinggi Hamas dan Al-Qassam.
"Di daerah padat penduduk dan banyak bangunan, hal ini sangat sulit dilakukan. Jadi kami telah bekerja selama berbulan-bulan untuk (melaksanakan) operasi tersebut, namun kami tidak bisa,” kata Kochavi.
Baca: Netanyahu Kesal Biden Setop Pasokan Senjata AS, Bersumpah akan Berjuang Sendiri Tanpa Bantuan
Bahkan, Kochavi mundur dari jabatannya karena kegagalan tersebut.
Yakni, Kochavi mundur sekira 9 bulan sebelum operasi militer Banjir Al-Aqsa dilancarkan oleh Perlawanan Palestina pada 7 Oktober 2023.
Kochavi mengatakan, bahwa Israel menganggap Iran sebagai ancaman nyata.
Yakni, tak menganggap Gaza sebagai potensi bahaya.
Baca: Iran akan Membuat Bom Nuklir jika Israel Menjadi Ancaman bagi Wilayahnya
“Kami tidak menganggap Gaza sebagai ancaman nyata,Iran adalah prioritas utama kami,” katanya.
Namun, pihaknya menyebut pada 2021 pasukan pertahanan Israel melihat ada perubahan dengan Hamas.
Adapun Hamas seperti menunjukkan sesuatu yang baru sedang terjadi.
“Kami mencoba (membunuh Sinwar dan al-Deif, dan itu sulit," ujarnya.
(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Eks Komandan IDF Akui Sulit Bunuh Petinggi Hamas dan Al-Qassam: Operasi Berbulan-bulan, Kami Gagal
# Konflik Palestina Vs Israel # Hamas # Gaza # Brigade Al-Qassam # IDF # Yahya Sinwar
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Rania Amalia Achsanty
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Israel Klaim 1.500 Hizbullah Tewas, IDF Kepung Bint Jbeil saat AS Beri Sinyal Operasi Lanjut
Kamis, 9 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Warga Iran Ragu dengan Gencatan Senjata, Tuduh AS Bakal Menyerang Lagi seusai Istirahat Perang
Kamis, 9 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman AS-Israel vs Iran: Trump Setujui 10 Poin Gencatan Senjata, Warga Iran Rayakan Kemenangan
Rabu, 8 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Bom Tandan Iran Hancurkan Kota Tel Sheva, Warga Israel Sekarat saat Trump Umumkan Gencatan Senjata
Rabu, 8 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Rayakan Gencatan Senjata sebagai Kemenangan, Warga Iran Turun ke Jalan sambil Bersorak Bawa Bendera
Rabu, 8 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.