Terkini Metropolitan
Kondisi Mengenaskan, Warga Pertanyakan Alasan Pembangunan Jembatan Kuning Gagal Lelang
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG - Warga RW 04 Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong mempertanyakan gagalnya pembangunan ulang jembatan gantung yang seharusnya dikerjakan tahun 2018 lalu oleh Pemkot Depok.
Pasalnya jembatan yang beken disebut Jembatan Kuning itu tak pernah tersentuh perbaikan sejak dibangun tahun 1998 sehingga kondisinya tak terawat dan membahayakan.
Ketua RW 04 Mardan mengaku baru mengetahui gagalnya pembangunan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok sekira bulan November 2018 lalu.
"Gagal dibangun ulang karena gagal lelang, saya tahu pas bulan November lalu dari Dinas PUPR. Kalau untuk alasan kenapa gagal lelangnya saya enggak tahu, pokoknya gagal lelang-lah," kata Mardan di Cilodong, Depok, Minggu (20/1/2019).
Menurutnya, sudah lama warga meminta Pemkot Depok agar membangun ulang jembatan yang menghubungkan antara warga Kelurahan Kalimulya dan Kelurahan Ratujaya sejak lama.
Namun upaya meminta tanggung jawab Pemkot Depok hingga yang teranyar pada Musrembang Kecamatan Cilodong tahun 2018 lalu kembali gagal.
"Kalau minta diperbaiki dan dibangun ulang mah sudah lama, sudah enggak terhitung. Yang terakhir ya pas Musrembang tahun 2018 lalu. Tapi karena sekarang gagal jadi enggak tahu gimana," ujarnya.
Meski gagal, Mardan menyebut Pemkot Depok telah menganggarkan Rp750 juta untuk membangun jembatan gantung paling besar yang masih ada di Depok itu.
Bila jembatan gantung lain hanya berkisar 30 meter, Jembatan Kuning memiliki panjang sekitar 60 meter dengan lebar sekira 1,5 meter.
"Ini jembatan gantung paling panjang di Depok, 61 meter. Itu di luar tiang pancangnya. Tapi kondisinya sekarang paling enggak layak kalau dibanding jembatan gantung lain," tuturnya.
Pantauan TribunJakarta.com, kondisi Jembatan Kuning yang membentang di atas Sungai Ciliwung itu tampak mengenaskan meski dapat dilintasi pengendara sepeda motor dan pejalan kaki.
Tak hanya pelat baja yang berlubang di beberapa titik, kawat besi yang di kedua sisi jembatan sudah bolong, beberapa tali angin yang menopang jembatan juga sudah putus.
Pejalan kaki dan pengendara sepeda motor harus berhati-hati kala melintas karena jembatan dipastikan bergoyang dan menimbulkan bunyi pelat baja beradu.
"Memang kalau dipakai lewat pasti bunyi kencang dan bergoyang. Sudah dari lama seperti itu, sudah enggak layak lah kondisinya. Makanannya pas gagal lelang kemarin warga mempertanyakan alasannya," lanjut Mardan. (*)
ARTIKEL POPULER:
Minta Diantar Pulang ke Rumah Orangtuanya, Wanita 16 Tahun Dibunuh Sang Suami
Tanggapan PDIP terkait Abu Bakar Baasyir Enggan Tanda Tangan Janji Setia Pancasila
Wanita Tewas Terbakar di Atas Spring Bed, Saksi Temukan di Semak-semak dengan Kondisi Terikat Kawat
TONTON JUGA:
Sumber: TribunJakarta
Live Update
Rencana Pelebaran Jalan Raya Sawangan Mulai Dilakukan Pemkot Depok, Ada 3 Titik yang Jadi Prioritas
Rabu, 19 Maret 2025
LIVE UPDATE
Gara-gara Korsleting Listrik, Gedung Baleka 2 Pemkot Depok Terbakar, Tak Ada Dokumen Negara
Rabu, 11 Desember 2024
TRIBUNNEWS UPDATE
PSI Sebut Pemkot Depok Masih Bobrok, Butuh Pemimpin yang Bisa 'Diajak Ngomong', Bukan Berpengalaman
Jumat, 2 Juni 2023
LIVE UPDATE
Atasi Kemacetan di Sawangan, Pemkot Depok Akan Perlebar Jalan Raya Sawangan hingga Siapkan Angkot AC
Minggu, 30 April 2023
LIVE UPDATE
Cerita Warga Desa Sugiwaras Empat Lawang, Rela Pergi ke Jembatan agar Tersambung Jaringan Internet
Jumat, 3 Februari 2023
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.