Senin, 1 Juni 2026

Debat Capres Cawapres 2019

Prabowo Seolah Bela Koruptor 'Korupsi Gak Seberapa', Sejumlah Tokoh hingga Netizen Beri Tanggapan

Jumat, 18 Januari 2019 14:52 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Kedua Pasangan Calon (Paslon) Capres dan Cawapres telah menjalani debat Pilpres 2019 sesi pertama, Kamis (17/1/2019).

Dalam debat pertama yang digelar di Hotel Bidakara tersebut kedua Capres beradu argumen tentang penegakan hukum, HAM, pemberantasan korupsi, dan penanganan terorisme.

Joko Widodo menyinggung soal mantan narapidana korupsi yang dicalonkan Partai Gerindra sebagai calon legislatif.

Hal tersebut disampaikan Jokowi berdasarkan data yang dirilis Indonesia Corruption Watch (ICW).

"Kita tahu, korupsi adalah kejahatan yang luar biasa, bahkan Pak Prabowo mengatakan korupsi sudah stadium empat. Tapi menurut ICW, di partai bapak ada caleg koruptor. Yang saya tahu, caleg yang akan maju, yang tanda tangan ketua umumnya," tanya Jokowi pada Prabowo.

Menjawab pertanyaan Jokowi, Prabowo mengaku belum mendapatkan laporan soal data ICW.

"Saya belum dapat laporan itu. Kalau ada bukti, laporkan kepada kami. Ada juga kadang-kadang ya, tuduhan-tuduhan korupsi, menerima THR, semuanya lintas partai. Kalau kita cek di kejaksaan, boleh kita bandingkan, berapa yang menunggu masuk KPK. Jangan lah kita saling menuduh partai kita masing-masing, saya jamin Partai Gerindra tidak korupsi. Kalau ada kader saya yang korupsi, saya yang akan masukan sendiri ke penjara. Gerindra antikorupsi," kata Prabowo.

Namun setelah itu Prabowo mengatakan pernyataan yang cukup kontroversial karena terkesan membela para koruptor.

"Mantan korupsi, saya kira saya pelajari. Kita umumkan saja ke rakyat, kalau tidak mau pilih ya tidak usah pilih. Yang jelas kalau kasus sudah diproses, dan hukum masih mengizinkan, dan mungkin korupsinya tidak seberapa, dan masih dipercaya masyarakat, ya silakan," ujar Prabowo.

Jawaban tersebut sontak mendapat reaksi dari sejumlah tokoh hingga warganet.

Gustika Jusuf Hatta, cucu Bung Hatta ikut berkomentar lewat akun Twitter-nya, @Gustika.

"(((KORUPSINYA TIDAK SEBERAPA)))

Hatta: Son, we need to talk," tulis Gustika.

Politisi dari PSI, Tsamara Amany Alatas turut memberikan tanggapan melalui akun twitternya @TsamaraDKI.

"Wah agak shock lihat jawaban Pak Prabowo soal kadernya yang mantan napi koruptor."

"“Korupsinya gak seberapa..” katanya."

"Korupsi tetap korupsi Pak. Kejahatan luar biasa."

"Cukup sudah. Jangan pilih capres yang tak punya komitmen anti korupsi!" tulis Tsamara.

Tokoh Nahdatul Ulama (NU), Akhmad Sahal juga ikut berkomentar melalui akun twitter @sahal_AS.

"Korupsi ga seberapa sekalipun ya tetep aja korupsi!" tulis Akhmad Sahal.

Tak hanya para tokoh politik, pernyataan Prabowo tersebut juga mendapat banyak tanggapan dari warganet yang cenderung menanggapi santai dengan nada bercanda.

@shafafizilla: Bilangnya mau berantas korupsi sampe akar-akarnya, eh tp ini korupsi yg gak seberapa malah dimaklumin. Piyee berantasnya kalo begitu :(

@miund: Kalo korupsi gak seberapa itu gak apa-apa, harusnya kangen yang gak seberapa juga dibalas, dong.

@joyvrv: Besok korup uang jajan ahh. Kan ga seberapa #DebatPilpres2019

@gausahdifollow: Korupsi gak seberapa. Jadi kalo mau korupsi jangan dikit2 genk

@_paay: Korupsi gak seberapa itu makan gorengan lima bilangnya tiga.

Simak video di atas.(Tribun-Video.com/Alfin Wahyu Yulianto)

ARTIKEL POPULER

Baca: 8 Cek Fakta dari Debat Pilpres: Luas Malaysia Versi Prabowo hingga Anak Jokowi Tak Lolos Tes CPNS

Baca: Rekam Cetak KTP Elektronik Warga Binaan di Sejumlah Lembaga Pemasyarakatan Kalsel

Baca: Soal Pencegahan Korupsi di Pemerintahan, Jokowi dan Prabowo Berbeda Cara Mengatasinya

 

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved