TRIBUNNEWS UPDATE
Rencana AS Beri Sanksi IDF Ditentang Netanyahu: Saya akan Menghadapi Mereka dengan Sekuat Tenaga
TRIBUN-VIDEO.COM - Rencana Amerika Serikat (AS) soal akan memberi sanksi IDF Batalyon Netzah Yehuda ditentang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Sanksinya seperti, melarang bantuan AS menjangkau batalyon yang bersangkutan melakukan pelanggaran.
Dikutip dari Tribunnews pada (22/4), kabar itu melansir laporan media AS, Axios pada (21/4/2024).
Perlu diketahui, sumber utama melaporkan bahwa batalyon Netzah Yehuda Israel yang beroperasi di Tepi Barat dilaporkan atas pembunuhan warga Palestina tanpa alasan yang jelas.
Kemudian, Netanyahu menanggapi berita itu dengan membela batalyon Netzah Yehuda.
Netanyahu menyatakan, jika ada yang percaya bahwa AS dapat menjatuhkan sanksi pada batalyon mana pun di IDF, dirinya akan menghadapi mereka dengan sekuat tenaga.
“Jika ada yang percaya bahwa dia dapat menjatuhkan sanksi pada batalion mana pun di IDF, saya akan menghadapi mereka dengan sekuat tenaga," kata Netanyahu melalui akun media sosial X, Senin (22/4/2024).
Baca: Iran Permalukan AS saat Parade Militer di Teheran, Poster Matilah Amerika Diarak
Baca: Pemimpin Iran Tak Peduli Seberapa Banyak Rudal Hantam Israel: Yang Penting Tunjukkan Kekuatan ke IDF
Sementara itu, IDF membenarkan batalyon Netzah Yehuda adalah batalyon tempur aktif dan mengklaim mereka beroperasi sesuai prinsip hukum internasional.
Sebagai informasi penting, investigasi Departemen Luar Negeri AS terhadap Netzah Yehuda dimulai pada 2022.
Mereka meminta kedutaan AS di Israel untuk menyusun laporan tentang sebuah batalyon yang disebut menganiaya warga Palestina dan terlibat dalam kematian Omar Assad (80), warga Palestina-AS pada Januari 2022.
Menyusul berita itu, Israel memindahkan batalyon Netzah Yehuda dari Tepi Barat ke Dataran Tinggi Golan.
Israel berdalih pemindahan itu tidak ada hubungannya dengan penyelidikan AS dan hanya untuk meningkatkan pengalaman tentara dan perwira batalyon Netzah Yehuda.
Baru-baru ini, AS dikabarkan akan menerapkan sanksi terhadap batalyon tersebut.
Penerapan sanksi yang mungkin dijatuhkan kepada batalyon Netzah Yehuda akan sesuai dengan Undang-Undang Leahy yang dikeluarkan pada tahun 1997.
Serta, melarang bantuan AS menjangkau batalyon keamanan dan tentara yang melakukan pelanggaran hak asasi manusia tersebut.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dibela Mati-matian oleh Netanyahu, Apa Itu Batalion Netzah Yehuda Israel yang akan Dihukum AS?
#beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #kabarterkini #netanyahu #perang #israelpalestina
Reporter: Yessy Arisanti Wienata
Video Production: Dandi Bahtiar
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Detik-detik Kapal Iran Ditembaki & Disita AS saat Coba Dobrak Blokade Trump di Dekat Selat Hormuz
19 menit lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
DPD Partai Golkar Maluku Tenggara Minta Kader Tidak Terprovokasi atas Insiden Penikaman Nus Kei
9 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Iran-AS: Trump Diejek Lewat Meme Minion AI, Iran Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS
9 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
PM Spanyol Kritik Keras Konflik Timur Tengah saat KTT di Barcelona, Desak Pemerintah Berlaku Adil
9 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rahasia Umum! Ikan Sapu-sapu Jadi Bahan Siomay, Sudin KPKP Bakal Sidak Rumah Produksi di Jakarta
10 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.