Terkini Metropolitan

Temukan Black Box CVR Lion Air PK-LQP, Begini Cerita Sang Penyelam

Senin, 14 Januari 2019 22:50 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUN-VIDEO.COM, TANJUNG KARAWANG - Seorang petugas dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) TNI AL Koarmada 1, Serda Satria Margono Susanto, menjadi orang pertama yang mengangkat black box rekaman suara kokpit atau cockpit voice recorder (CVR) Lion Air PK-LQP dari dasar laut Tanjung Karawang.

Tepat pukul 8.48 WIB Senin (14/1/2019) pagi ini, Serda Satria melakukan penyelaman di titik pencarian CVR, yakni pada koordinat 05 48 46,503 S - 107 07 36,728 T.

Dipimpin Katim Kapten Laut (T) Iwan Churniawan, Serda Satria bersama tiga orang penyelam lainnya dari Dislambair melakukan penyelaman sejak pukul 8.26 WIB hari ini.

Mereka menyelam dengan metode melingkar, di mana satu orang berada di titik yang sudah ditentukan sementara tiga orang lainnya mengitari.

Metode itu dilakukan selama 20 menitan, di mana Satria lah yang pertama kali menemukan keberadaan CVR di lumpur sedalam 20 sentimeter di dasar laut dengan kedalaman 35 meter.

"Pencarian 20 menitan. Kendalanya ya jarak pandang saja. Arusnya juga cukup deras," kata Satria di atas KRI Spica.

Awalnya, Satria tak menduga bahwa barang yang sempat ia temukan adalah black box CVR. Ia menduga apa yang ia temukan hanyalah puing-puing pesawat biasa.

Namun, sesuai instruksi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan arahan pimpinan, Satria pun akhirnya mengangkat benda berwarna oranye yang ia temukan.

"Kemarin dari KNKT diberitahu warnanya oranye. Nah setiap warna oranye ya kita angkat aja. Ternyata itu CVR. Pertama kali diangkat belum tau kalo itu CVR, hanya tahunya puing pesawat saja," kata Satria.

Satria mengaku tak memiliki persiapan khusus dalam penyelaman pagi tadi.

Yang ia lakukan sejatinya hanya beristirahat cukup dan mendengarkan instruksi komandan, serta informasi dari KNKT.

"Banyak istirahat cukup terus ikuti instruksi. Sampai CVR ketemu kita latihan fisik terus pemanasan alat setiap pagi," kata Satria.

Kapten Iwan menjelaskan, jumlah penyelam dari Dislambair yang ikut di atas KRI Spica berjumlah total 25 penyelam.

Mereka ikut di atas kapal bernomor lambung 934 itu sejak pencarian lanjutan dilakukan Selasa (8/1/2019) lalu.

Adapun fokus pencarian pada titik koordinat yang telah disebutkan di atas sudah ditentukan sejak 3 hari lalu.

"Udah ditentukan dari 3 hari yang lalu. Ditentukan dari KNKT, lalu kita fokus di situ," kata Iwan.

Iwan menjelaskan penyelaman sudah dilakukan selama 7 hari.

Menurutnya, kondisi bawah laut selama penyelaman sepekan terakhir berubah-ubah, dengan kondisi terparah pada Minggu (13/1/2019).

"Kemarin paling parah. Visibilitynya 0 ya kemarin," kata dia.

Pencarian lanjutan merupakan intensi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam menemukan CVR yang cukup krusial untuk mengetahui kondisi dalam kokpit pesawat Lion Air PK-LQP sebelum jatuh di perairan Tanjung Karawang pada Senin (29/10/2018) lalu.

KNKT mengawali pencarian Selasa (8/1/2019) lalu, dengan menggandeng Pushidrosal TNI AL.

Pushidrosal pun mengerahkan KRI Spica-934 yang dilengkapi sistem mutakhir, salah satunya magnetometer untuk mendeteksi logam di bawah laut.

Sebelumnya, usai operasi SAR dihentikan pada Oktober 2018 lalu, KNKT sempat melakukan pencarian di perairan Tanjung Karawang menggunakan kapal MPV Everest mulai 19 Desember 2019.

Namun, karena tak membuahkan hasil, pencarian dengan kapal yang didatangkan dari Singapura itu dihentikan.

Pesawat Lion Air PK-LQP tipe B737-8 Max dengan nomor penerbangan JT 610 hilang kontak pada Senin (29/10/2018) pagi sekitar pukul 6.33 WIB.

Pesawat dengan rute Jakarta-Pangkalpinang ini dinyatakan jatuh di perairan Tanjung Karawang pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E.

Adapun black box rekaman data penerbangan atau flight data recorder (FDR) pesawat Lion Air PK-LQP sudah ditemukan pada Kamis (1/11/2018) lalu.(*)

ARTIKEL POPULER:

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Dinilai Sebarkan Hoaks, Sandiaga: Kita Kampanye Positif

Petugas Tangkap Pembantai Burung Rangkong di Riau, Pelaku Sempat Unggah Foto di Media Sosial

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Riesa Sativa Ilma
Sumber: TribunJakarta
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved