Terkini Daerah

Mahasiswi Terlibat Prostitusi di Pontianak, Polisi Temukan Satu Bungkus Kontrasepsi saat Penangkapan

Senin, 14 Januari 2019 19:06 WIB
Tribun Pontianak

TRIBUN-VIDEO.COM - Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono sudah perintahkan untuk kembangkan penanganan perkara kasus prostitusi yang melibatkan seorang mahasiswi berusia 25 Tahun sebagai muncikari oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kalbar pada Jumat (11/1)

Pernyataan itu di sampaikan Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono saat di konfirmasi Tribun Pontianak pada Senin (14/1/2019) siang di Mapolda Kalbar.

"Saya sudah koordinasikan Direktur Reskrimum, saya bilang untuk di kembangkan,"tegasnya.

Selain itu, Jenderal Polisi bintang dua ini juga menuturkan kasus prostitusi itu adalah kasus penyakit masyarakat yang merupakan hal yang salah.

Seperti di ketahui sebelumnya‎ Anggota Subdit IV Ditreskrimum Polda Kalbar mengungkap kasus tindak pidana prostitusi yang ‎informasinya bersumber laporan dari masyarakat pada Jumat (11/1) malam sekitar pukul 20.00 WIB di Hotel berbintang yang berada jl Gajahmada Pontianak.

‎Kasus prostitusi di kota Pontianak yang berhasil di ungkap, Polisi berhasil mengamankan satu orang pelaku sebagai muncikarinya seorang mahasiswi‎, selain itu juga diamankan dua orang saksi korban.

Kedua korban yakni berinisial LK dan SC, serta untuk pelaku muncikari yakni SC (25) warga Sui Jawi Dalam kecamatan Pontianak Kota.

‎Untuk barang bukti, Anggota Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kalbar mengamankan uang tunai Rp3 Juta dan, satu bungkus alat kontrasepsi.

Tiga unit HP milik korban dan pelaku muncikari serta dua kunci kamar hotel nomor 306 dan 308

Dua korban diamankan di kamar dan sementara pelaku muncikari berinisial SA yakni di cafe n lounge the roof lantai 4 Hotel di Pontianak.

Untuk sementara Pelaku muncikari SA, Polisi akan menjeratnya di Pasal 296 KUHP tentang muncikari dengan ancaman pidana satu tahun empat bulan, tapi ini Polisi masih dalam tahap proses lebih lanjut.

Kronologi Pengungkapan

Sebelumnya diberitakan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalbar mengungkapkan sumber informasi yang berujung penangkapan.

Ditreskrimum mendapatkan laporan dari masyarakat yang mengetahuinya dari media sosial.

Direktur Reskrimum Polda Kalbar Kombes (Pol) Arif Rachman melalui Kasubdit IV Ditreskrimum AKBP Ongky Isgunawan menuturkan informasi yang diterima yakni bermula pada Kamis (10/1/2019) pagi.

Dimana anggotanya di Subdit IV Dit Reskrimum Polda Kalbar menerima laporan dari masyarakat.

"Informasi yang kita terima pelaku muncikari berinisial SA ini diduga kuat melakukan tindak pidana prostitusi melalui media sosial ," kata AKBP Ongky Isgunawan kepada Tribunpontianak.co.id, Sabtu (12/1/2019).

Berbekal informasi itu, anggota Subdit IV melalukan penyelidikan.

Diketahui pada, Jumat (11/1/2019) sore, SA menawarkan dua orang perempuan LK (26) dan SC (32) kepada anggota polisi yang sedang melakukan penyamaran.

"Pelaku ini nawarkan perempuan ke anggota kita yang melakukan penyelidikan," kata Mantan Kasatrolda Ditpolair Polda Kalbar ini pada tribunpontianak.co.id.

Lanjutnya, perjanjian awal transaksi berupa tarif dan lokasi disepakati.

Pada Jumat malam sekitar pukul 19.40 WIB dilakukan transaksi dengan pelaku muncikari SA di satu kamar yang berada di Lantai 3 Hotel berada di Jl Gajahmada Pontianak.

SA menunggu di cafe yang berada di Lantai 4 di hotel yang sama.

Selanjutnya, polisi kemudian mengamankan dua perempuan yakni LK dan SC di kamar 306 dan 308.

Kemudian mengamankan sang muncikari SA ‎di cafe Lantai 4 hotel berada di Jl Gajahmada.

"Dari saksi korban SC diamankan uang tunai Rp3 juta yang diterima dari SA serta satu bungkus kondom dari saksi korban LK, dan serta 3 unit HP dari milik dua korban dan pelaku muncikari," katanya.

Ongky menuturkan saat ini dua korban dan pelaku muncikari SA sudah diamankan di Direktorat Reskrimum Polda Kalbar.

Pihaknya kini melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

"Untuk sementara pelaku muncikari SA ini akan di sangkakan Pasal 296 KUHP tentang muncikari dengan ancaman pidana satu tahun empat bulan, tapi ini masih dalam tahap proses lebih lanjut,"‎ pungkasnya

Ingin Ubah Hidup Secara Instan

Prostitusi menjadi satu di antara permasalahan yang dihadapi masyarakat urban.

Hal inipun lantas menjadi tantangan Pontianak sebagai kota besar, terutama setelah diungkapnya praktik prostitusi online beberapa waktu lalu.

"Ini fenomena kehidupan masyarakat modern. Apalagi Pontianak ini, bisa dibilang masuk 10 kota besar di Indonesia," nilai pengamat sosial, M Sabran Achyar, Sabtu (12/1/2019).

Secara sosiologis, katanya, merebaknya praktik prostitusi online sejatinya berakar dari sikap mental masyarakat yang menginginkan bisa mendapatkan apa yang diinginkan secara instan.

Terutama kebutuhan ekonomi yang timbul sebagai akibat budaya hedonis di tengah masyarakat perkotaan itu sendiri.

Sikap mental semacam ini, seakan tumbuh subur di masyarakat perkotaan.

Di mana kemewahan menjadi standar sosial dan gaya hidup.

Kondisi ini mendorong beberapa individu untuk tak menghiraukan norma-norma sosial.

Berani menabrak rambu-rambu sosial demi mencapai apa yang diinginkan secara instan, selama kebutuhan gaya hidup bisa dipenuhi.

"Mereka (para pelaku) relatif cenderung ingin mengubah nasib secara instan. Bagaimana dengan tarif yang ditetapkan, mereka bisa memenuhi kebutuhan gaya hidupnya di kota," katanya lagi.

Ada kecenderungan dan anggapan bahwa kebutuhan masyarakat perkotaan seakan memang lebih tinggi.

Meskipun itu sebenarnya hanya datang dari tuntutan gaya hidup urban saja.

Drive sebagai social climber ini, membuat beberapa individu tak ragu melakukan hal-hal yang melanggar norma sosial.(Tribunpontianak.co.id / Hadi Sudirmansyah)

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Kasus Prostitusi di Pontianak Seret Mahasiswi, Kapolda Kalbar Angkat Bicara

ARTIKEL POPULER:

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Dinilai Sebarkan Hoaks, Sandiaga: Kita Kampanye Positif

Petugas Tangkap Pembantai Burung Rangkong di Riau, Pelaku Sempat Unggah Foto di Media Sosial

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Teta Dian Wijayanto
Sumber: Tribun Pontianak
Tags
   #prostitusi online   #Pontianak
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved