Terkini Metropolitan

Tuntutan Ribuan Pekerja Hero, Menolak PHK Sepihak hingga Dugaan Union Busting

Minggu, 13 Januari 2019 19:50 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUN-VIDEO.COM, PONDOK AREN - Solidaritas Serikat Pekerja Hero Supermarket (SPHS) bersama Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia, benar-benar terlihat ketika ribuan pekerja Hero Supermarket berunjuk rasa di depan kantor pusat perusahaannya sendiri, karena 75 pekerja yang di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), Jumat (11/1/2019).

Ribuan pekerja dari Jabodetabek dan perwakilan dari berbagai kota itu berkumpul tepat di Jalan Raya Boulevard, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), dan menutup hampir seluruh badan jalan arah Sektor Sembilan menuju Graha Raya.

Presiden Aspek Indonesia, Mirah Sumirat menyampaikan tuntutannya kepada awak media, denngan tuntutan utama mengenai PHK itu.

"Telah terjadi pelanggaran perjanjian kerja bersama yang dilakukan oleh manajemen Hero Supermarket, yaitu terkait dengan adanya PHK massal di beberapa toko," ujar Mirah.

"Padahal PHK massal tersebut sudah diatur dalam PKB (Perjanjian Kerja Bersama) itu tidak bisa. Ketika toko tutup, seharusnya pekerjanya itu ditempatkan di toko-toko yang lain yang ada yang masih aktif," lanjutnya.

Mirah menduga ada oknum di manajemen Hero yang melakukan upaya disharmoni antara manajemen dengan Serikat pekerja.

"Yang ke dua, selama ini, manajemen Hero Supermarket, dengan Serikat Pekerja Hero Supermarket, terjalin sangat baik. Dan sudah menjadi ukuran atau roll model internasional dan nasional. Dan saat ini saya menduga ada oknum-oknum yang telah melakukan disharmonisasi,"jelasnya.

Mirah juga menekankan terkait dugaan uapaya pemberangusan serikat pekerja atau union busting.

Ia menyebutkan gejalanya, karena ada pengurus SPHS yang diberi surat peringatan (SP) 2.

"Yang ke tiga ada perlakuan, dugaan-dugaan union busting yang dilakukan oleh manajemen terhadap para pengurus serikat pekerja, ketika serikat pekerja melakukan orhganisasinya, mereka siberikan sanksi kalau enggak salah SP2," ujarnya.

PT Hero Supermarket melalui Corporate Affairs General Manager, Tony Mampuk, memberikan penjelasan terjait unjuk rasa besar-besaran dari Serikat Pekerja Hero Supermarket (SPHS) dan Asosiasi Pekerja (Aspek) Indonesia, Jumat (11/1/2019).

Tony menjelaskan, Hero menutup 26 tokonya di sejumlah tempat di Jawa dan Sumatera, jawa, dan mengakibatkan seluruh pekerjanya harus di-PHK.

Dari 26 toko itu, total 532 pekerjanya harus mengakhiri hubungan kerja.

Selain karena tutupnya toko, Tony juga menjelaskan, toko lain yang masih buka, kondisi posisi pekerjanya sudah terisi semua.

"Atas kondusi ini tokonya tutup dan tidak ada tempat untuk mereka bekerja lagi. Setiap toko lain yang kita punya juga sudah terisi bahkan beberapa sudah berlebih. Akhirnya kita mencoba menjelaskan kepada mereka, 92% dari 532 mereka memahami dan menyepakati pemutusan hubungan kerja," jelas Tony kepada awak media.

Tony menyebut, hanya 43 pekerja yang masih belum menerima kondisi tersebut dan minta dipekerjakan kembali.

Soal pesangon yang ia tidak sebutkan besarannya, juga dikatakan sudah disepakati dengan 92% pekerja yang di-PHK itu.

Terkait dugaan adanya union busting, atau upaya pemberangusan serikat pekerja yang dilakukan pihak manajemen, Tony juga membantahnya.

"Union busting, PT Hero Supermarket sudah memiliki serikat pekerja sejak 18 tahun yang lalu. Kalau kita ingin melakukan union busting mereka sudah tidak ada di sini," jelasnya.(*)

ARTIKEL POPULER:

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Dinilai Sebarkan Hoaks, Sandiaga: Kita Kampanye Positif

Petugas Tangkap Pembantai Burung Rangkong di Riau, Pelaku Sempat Unggah Foto di Media Sosial

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Riesa Sativa Ilma
Sumber: TribunJakarta
Tags
   #PHK   #Pondok Aren   #demo
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved