Terkini Daerah

Pemilik Kontrakan di Sragen Tuturkan Kisah Pilu Remaja Banyumas Raya yang Telantar Cari Nasabah MLM

Sabtu, 12 Januari 2019 18:04 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM, SRAGEN - Penyelamatan 17 warga Banyumas Raya yang telantar di Gemolong, Sragen, Jawa Tengah, menyisakan cerita pilu.

Mereka diselamatkan di sebuah rumah kontrakan di Dukuh Kategan, Desa Gemolong.

Menurut keterangan pemilik rumah kontrakan, Nyampenowati atau biasa dipanggil Bu Sartono, rumahnya disewa pada 1 Desember 2018.

Yang menyewa dia sebut sebagai ketua atau bos dari 17 remaja itu.

Ada dua rumah miliknya yang disewa.

Satu untuk perempuan, satu lagi untuk laki-laki.

"Awalnya cowok-cowok yang menempati, rumah dekat saya ini," ujar Nyampenowati kepada Tribunjateng.com, Jumat (11/1/2018).

Bu Sartono juga dimintai izin oleh para korban itu bahwa akan teman-temannya akan banyak datang lagi.

Dia pun tidak berkeberatan.

"Yang penting aman, hubungan dengan lingkungan juga baik," jawabnya.

Seorang penghuni kontrakan juga menyampaikan akan ada yasinan setiap Jumat malam.

Kepada Bu Sartono, mereka mengaku bekerja sebagai sales di sebuah perusahaan.

Ketika ditanyai mengenai produk yang dijual, para remaja ini menyatakan tak ada. 

Produk-produk tersebut dibawa oleh bosnya.

Sehari-sehari, mereka membeli lauk dan memasak nasi.

"Ada dua magicom di rumah tersebut," ujar Nyampenowati menunjuk kontrakan yang berada persis di sebelah rumahnya.

"Mereka seperti orang kelaparan. Singkong di belakang rumah saya saja dicabuti," tambahnya.

Setiap hari para remaja itu beraktivitas di kontrakan tersebut.

Nyampenowati menjelaskan, seorang perempuan penghuni kontrakan berinisial Y yang berusia 16 tahun beberapa kali kesurupan.

Begitu juga seorang teman Y.

Para tetangga Nyampenowati pun datang membantu menyembuhkan.

Di rumah kontrakan tersebut masih terdapat sejumlah pakaian yang belum dibawa pulang oleh korban.

"Polisi bilang nanti kalau mau ambil barang-barang harus lapor dulu ke kepala desa atau Pak RT," terangnya.

Setelah polisi datang, barulah warga sekitar termasuk Bu Sartono tahu kalau para remaja itu pengikut dari sebuah MLM.

Mereka datang dengan iming-iming bekerja mencari nasabah.

Menurut Nyampenowati, rumah kontrakan miliknya sudah dua kali berkejadian yang serupa.

"Dulu yang pertama penipu yang mengaku menjual furniture," papar dia.

Sekarang dia berjanji akan berhati-hati jika ada orang yang akan mengontrak rumah tersebut lagi.

Terpisah, Kapolsek Gemolong AKP Ketut Putra menyampaikan 17 orang tersebut sudah dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

"Harap digarisbawahi, ini bukan penggerebekan tapi penyelamatan," jelas AKP Ketut Putra.

Ketut menyampaikan nenek dari seorang korban asal Wonosobo terus mencari cucunya.

Si cucu tinggal di rumah kontrakan itu bersama teman-temannya sesama remaja asal Banyumas Raya.

"Setiap ditanyai keberadaannya, cucu ini selalu tidak menjawab dan mematikan telefon," ujar AKP Ketut.

Cucu tersebut sempat meminta uang Rp 8 juta untuk melancarkan pekerjaannya itu.

Kemudian sang nenek meminta tolong kerabatnya seorang polisi untuk mendeteksi keberadaan si cucu.

"Setelah ancer-ancer lokasi si cucu diketahui, nenek itu meminta tolong kepada kami di Polsek Gemolong untuk mencarinya," papar AKP Ketut.

Akhirnya si cucu dan teman-temannya itu ditemukan di rumah kontrakan milik Nyampenowati.

Mereka pun diselamatkan petugas kepolisian dari Polsek Gemolong. (*)

ARTIKEL POPULER:

Ditanya Pilih Jokowi atau Prabowo, Begini Jawaban dan Saran Cak Nun

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Dua Sosok Finalis Puteri Indonesia yang Disebut Polisi Terlibat Kasus Prostitusi Online

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Tags
   #Sragen   #MLM
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved