Ragam

10 Hantu dan Makhluk Halus yang Dipercaya Masyarakat Bali

Jumat, 11 Januari 2019 19:47 WIB
Tribun Bali

TRIBUN-VIDEO.COM - Setiap daerah percaya dengan keberadaan hantu maupun makhluk halus penunggu suatu tempat.

Jenis hantu ini pun bermacam-macam, dari yang menyerupai manusia, bertaring, hingga sosok menyeramkan lainnya.

Masyarakat Bali juga mengenal beberapa jenis hantu maupun makhluk halus, mulai dari yang jadi-jadian seperti leak, hingga penunggu suatu tempat seperti memedi, tonya, maupun gamang.

Berikut 10 jenis hantu maupun makhluk halus yang dipercaya oleh masyarakat Bali versi Tribun Bali.

1. Memedi

Dalam kehidupan masyarakat Bali, dikenal dengan istilah engkebang memedi. Engkebang memedi berarti disembunyikan oleh memedi.

Memedi merupakan makhluk halus yang dipercayai di Bali, dimana memedi ini dipercaya akan mendiami semak-semak, pepohonan, ataupun batu besar. 

Makhluk gaib ini senang bermain dengan anak-anak dimana anak tersebut akan disembunyikannya sehingga tidak akan ditemukan.

Untuk menemukan seorang anak yang disembunyikan atau engkebang memedi biasanya warga secara beramai-ramai akan menabuh alat musik sehingga anak yang disembunyikan akan dikembalikan.

2. Leak

Kata leak pasti sudah tak asing lagi di telingan orang Bali bukan? Leak  merupakan hantu jadi-jadian dimana proses perubahannya disebut dengan nglekas. Ilmu pengeleakan ini bisa dipelajari dari berbagai lontar semisal Lontar Cambraberag, Lontar Durga Bhairawa, Lontar Ratuning Kawisesan, Lontar Tantingmas, dan lontar lainnya.

Ada berbagai macam jenis leak yang dikenal yaitu leak barak, leak sari, leak siwa klakah, leak bunga, maupun leak pamoroan. Dari semua jenis leak, yang paling tinggi adalah leak siwa klakah dikarenakan ketujuh cakra akan mengeluarkan cahaya.

Untuk memperoleh ilmu pengeleakan ini ada beberapa cara yang ditempuh yaitu leak yang didapat dari anugerah dikarenakan melakukan suatu tapa.

Selain itu ada juga yang diperoleh dengan cara belajar dari lontar, membeli pekakas ke dukun, ataupun diperoleh melalui keturunan.

Banyak orang percaya saat seseorang yang bisa ngeleak akan meninggal, ilmunya bisa terbang ke orang yang menungguinya saat sebelum meninggal tersebut.

3. Celuluk

Celuluk juga biasa disebut dengan leak gundul. Hantu jenis ini merupakan hantu jadi-jadian dengan wujud yang sangat menyeramkan. Ia memiliki rambut yang lebat dan botak pada bagian depan.

Payudaranya besar, bertaring, dengan mata mebelalak. Dalam pementasan Calonarang, celuluk ini disebut sebagai antek-antek dari Rangda.

4. Tonya

Tonya sering dianggap sebagai penunggu sungai atau pohon besar.

Makhluk halus ini disebut memiliki kemiripan dengan manusia hanya saja ia tak punya lekukan di antara mulut dan hidung. Mereka juga dipercaya hidup secara berkelompok.

5. Gamang

Seperti halnya tonya, gamang juga disebut tinggal di sungai atau kali. Jika tonya hidup berkelompok, maka gamang hidup menyendiri dan terpisah.

Gamang ini merupakan jenis makhluk halus yang fisiknya buruk, kotor,
rambut panjang tergerai tak terurus.

6. Gregek Tunggek

Hantu ini suka tinggal di tempat yang sepi dengan wujud menyerupai kuntilanak atau sundel bolong.

Makhluk ini suka bermain dengan anak-anak di malam hari.

7. Kemangmang

Kemangmang merupakan makhluk halus yang hanya terdiri dari kepala saja. Ia tak memiliki badan, tangan, maupun kaki.

Bentuk kepalanya pun bolong seperti kelapa yang digigit tupai. Makhluk ini suka mengganggu sesorang yang memiliki hasil panen.

8. Rangda

Rangda ini dipercaya sebagai penjelmaan Dewi Durgha yang memiliki manifestasi sebagai pemusnah atau pelebur.

Di sisi lain ada juga yang mengatakan rangda sebagai ratunya para leak.

Kata rangda dalam bahasa Jawa Kuna berarti janda dan rangda merupakan sebutan untuk janda dari golongan Tri Wangsa yaitu Waisya, Ksatria,
dan Brahmana.

Sosok rangda ini digambarkan sebagai seorang wanita yang menyeramkan dengan rambut lebat, lidah panjang menjulur, kuku panjang, bertaring tajam.

Diperkirakan rangda ini berasal dari ratu Mahendradatta pada abad kesebelas yang disingkirkan oleh Raja Dharmodayana dikarenakan dituduh telah menggunakan ilmu sihir terhadap permaisuri dan raja.

Dalam kebudayaan Bali terdapat juga tarian barong dan rangda dimana barong merupakan lambang dharma atau kebaikan dan rangda merupakan manifestasi dari adharma atau kebatilan.

9. Rarung

Dalam lakon Calonarang, rarung juga biasa disebut sebagai antek-antek dari rangda.

Tak seperti rangda yang disebutkan sebagai janda, rarung digambarkan sebagai sosok yang lebih cantik dan lebih muda daripada rangda.

10. Brerong

Brerong merupakan tuyul versi Bali. Makhluk ini biasanya dipelihara oleh seorang majikan dengan tujuan
untuk memperoleh kekayaan dengan jalan mencuri uang secara gaib.

Seseorang yang memelihara brerong biasanya akan menyiapkan tumbal yang paling sadis tumbalnya berupa manusia.

Selain itu sang majikan juga harus membuatkan sesajen yang lengkap dan ada perjanjian tertentu yang harus dipenuhi dan dilaksanakan.

Jika janji tersebut dilanggar bisa membahayakan si majikan yang bisa saja berujung pada kematian. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul TRIBUN WIKI: 10 Hantu dan Makhluk Halus yang Dipercaya Masyarakat Bali

ARTIKEL POPULER:

Baca: Erick Thohir Lapor Persiapan Debat ke Jusuf Kalla

Baca: Puluhan Truk Parkir di Pinggir Jalan Legok Ciptakan Macet hingga Bogor

Baca: 25 Jenis Cetik atau Racun Tradisional Bali, Crongcong Polo Paling Mematikan

TONTON JUGA:

Editor: Tri Hantoro
Sumber: Tribun Bali
Tags
   #Makhluk Halus   #Bali
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved