Terkini Nasional

Jokowi Jajan Cilok dan Borong Keripik untuk Istri Tercinta Beserta Paspampres

Jumat, 11 Januari 2019 17:33 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Jokowi jajan cilok dan beberapa keripik produk dari pedagang yang ikut dalam program bantuan modal usaha dari Pemodalan Nasional Madani (PNM) Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), Kamis (10/1/2019).

Ia memborong sejumlah produk yang dijual untuk sang istri tercinta dan Paspampres di Istana.

Seperti yang terlihat di Instagram milik Jokowi, @Jokowi, ia sedang mengambil beberapa tusuk cilok dari penjual bernama Ibu Nurhayati.

"Selamat pagi. Saya jajan cilok di Lapangan Gongseng, Ciracas, Jakarta Timur, kemarin. Cilok buatan Ibu Nurhayati ini mendapat bantuan dari program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang dilakukan oleh PT. Permodalan Nasional Madani (PNM)," tulis Jokowi.

Ia juga sempat mengungkapkan membelikan produk makanan dari pengusasha program PNM Mekaar untuk Ibu Negara Iriana dan puluhan Paspampres di Istana Negara.

"Sepulang dari Ciracas kemarin saya membawa aneka makanan yang saya beli dari pengusaha super mikro binaan Program Mekaar seperti pempek Palembang, keripik bawang, keripik singkong, rempeyek kacang, hingga cilok goreng ini. Bukan untuk saya dan istri saja, di kediaman ada puluhan anggota Paspampres juga. Semuanya suka" tulis Tulisnya.

Jokowi juga mengungkapkan program PNM sudah dimulai sejak tahun 2015 dan sudah ada lebih dari 4 juta yang ikut program itu.

Ia berharap pelaku usaha yang ikut program PNM Mekaar mampu mengembangkan usaha lebih baik lagi.

Ia juga sempat membagikan video saat bersama ibu-ibu pelaku usaha dari program PNM Mekaar.

Lewat video itu Jokowi juga menanyakan beberapa produk apa yang dijual dan besaran nominal pinjaman dari modal PNM Mekaar.

Dari video yang berdurasi 57 detik itu, ibu-ibu pelaku usaha program PNM Mekaar tampak berbaris di sebuah meja yang menampilkan produk yang dijualnya.

Dikutip dari Kompas.com, Jokowi sempat ingin para pengusaha yang ikut program PNM segera 'Lulus'.

'Lulus' yang dimaksud Jokowi artinya usaya yang dimiliki harus berkembang.

Bahkan berharap pelaku usaha yang awalnya tidak punya toko bisa memiliki toko untuk kembangkan usahanya.

"Saya berharap satu atau dua tahun lagi, usaha ibu-ibu sudah berkembang. Yang tadinya dia punya satu meja, jadi lima atau pindah ke toko usahanya," ujar Jokowi.

"Biar kalau saya ke sini lagi, Pak warung saya sekarang sudah lima. Jangan nanti kita ketemu lagi, masih jualan nasi uduk lagi, nasi uduk lagi," lanjut dia.

Presiden Jokowi juga memberikan tips kepada para pelaku usaha mengembangkan bisnisnya dengan modal dari PNM Mekaar.

Satu di antaranya adalah mengelola dana pinjaman modal dari PNM Mekaar secara bijak.

"Dapat bantuan Rp 2 juta, yang Rp 1 juta dibelikan pakaian. Hati-hati, jangan sampai seperti ini. Macem-macem itu dibeli dari hasil keuntungan usaha, boleh. Tapi bukan dari pokok pinjaman," ujar Jokowi.

"Satu hari untung Rp 100.000, tabung sebagian. Dapat Rp 150.000, tabung sedikit. PNM ini kan setiap minggu cicilannya Rp 90.000, kecil kan. Harus bisa ditabung untuk mengembangkan usaha lainnya," ujar Jokowi.

(Tribun-video.com / Teta Dian Wijayanto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Borong Cilok, Peyek, dan Kripik Ibu-ibu Ciracas"

ARTIKEL POPULER

Baca: Nikita Mirzani Sebut Banyak Artis yang Menjalani Prostitusi Online

Baca: Wanita Tewas Dimakan Buaya Peliharaan Bosnya saat Beri Makan di Kandang, Tubuh Korban Tercabik-cabik

Baca: Pasca-kericuhan, Kunjungan ke Lapas Kelas IA Solo Ditiadakan

 

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Teta Dian Wijayanto
Video Production: Teta Dian Wijayanto
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved