Terkini Daerah

Gara-gara Utang Rp3,9 Juta, Pria di Bandar Lampung Dianiaya dan Ditusuk hingga 4 Kali

Kamis, 10 Januari 2019 22:30 WIB
Tribun Lampung

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang pria berdarah-darah di sekujur tubuhnya tiba-tiba mendatangi kantor polisi.

Pria tersebut kemudian diketahui bernama Agung (34).

Peristiwa pria berdarah-darah masuk kantor polisi terjadi pada Sabtu (29/12/2018) siang.

Ia baru saja dianiaya menggunakan pisau.

Agung ditusuk gara-gara belum mampu membayar utang.

Korban berhasil selamat setelah mendatangi Mapolsek Kedaton dalam kondisi berdarah.

Peristiwa penusukan terjadi di kediamannya di Jalan Sultan Haji, Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung.

"Korban datang ke polsek dalam kondisi berdarah. Kami langsung terima laporannya," ujar Kapolsek Kedaton Komisaris Abdul Mutolib saat gelar perkara kasus di kantornya, Rabu (9/1/2019).

Seusai menerima laporan, anggota Polsek Kedaton mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP.

"Korban mengalami luka tusuk di rumahnya. Pelakunya ada dua orang. Mereka hendak menagih utang," kata Abdul.

Berdasarkan olah TKP dan pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi, polisi berhasil mengidentifikasi dua tersangka penganiayaan tersebut.

"Anggota kemudian melakukan penyelidikan," kata Abdul.

"Setelah 10 hari, anggota berhasil mengamankan dua tersangka di Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim," lanjut Abdul.

Adapun, dua tersangka masing-masing Ali (34), warga Gunung Sulah, dan Rudi (35), warga Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu.

Abdul membeberkan, tersangka Ali dan Rudi ternyata mendapat order menagih utang dari seseorang berinisial R, warga Tanjung Senang.

R, papar Abdul, memberi utang kepada Agung sebesar Rp 3,9 juta.

Saat penagihan utang, lanjut Abdul, terjadi keributan.

Sehingga, dua tersangka menusuk korban sebanyak empat kali.

"Motif dua tersangka nekat menganiaya korban karena dijanjikan dapat bagian setengah dari total tagihan utang," terang Abdul.

"Itu jika mereka berhasil menagih secara lunas," sambung Abdul.

R telah menjalani pemeriksaan di Polsek Kedaton.

Polisi masih melakukan pengembangan sebelum memastikan status R.

"Saat ini masih kami dalami. Tidak menutup kemungkian bisa jadi tersangka. Tergantung hasil pengembangan," ujar Abdul.

Sempat Melawan

Tersangka Ali (34) mengakui perbuatannya menganiaya korban.

Ia mengaku nekat menusuk korban karena naik pitam.

"Saya yang nusuk. Saya nggak tahu nusuknya di mana. Dia (korban) lari," kata Ali, saat diwawancarai awak media di Mapolsek Kedaton.

Ali mengungkapkan, korban sempat menendangnya setelah terjatuh akibat tusukan pisau.

"Awalnya, saya tujah dari depan. Dia jatuh, terus nendang saya," ujar Ali.

"Saya juga sempat jatuh. Pas dia mau berdiri, saya tusuk dari belakang. Terus dia kabur," tambah Ali.

Tersangka Rudi (35) juga mengakui perbuatannya menganiaya korban.

Namun, ia mengaku hanya menendang korban.

"Saya cuma nendang. Kami memang ditugaskan nagih uang. Ibu (R) memang ngomong, orang ini (korban) bebel. Sudah sering ditagih, tapi gagal," katanya.

Kapolsek Kedaton Komisaris Abdul Mutolib menjelaskan, Ali dan Rudi merupakan residivis kasus kriminal.

"Untuk Ali, kasus 363 (pencurian). Lalu Rudi, kasus 380 (pembunuhan)," katanya seraya menambahkan, keduanya akan dijerat pasal 170 KUHP. (hanif mustafa)

Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Pria Berdarah-darah Tiba-tiba Masuk Kantor Polisi, Dikejar Bekas Pembunuh Gara-gara Rp 3,9 Juta

ARTIKEL POPULER

Baca: Sebuah Mobil Patroli Ringsek Tertabrak Truk saat Kawal Tahanan di Mojokerto

Baca: Teman Dekat Diduga Sebagai Pelaku Penusukan Andriana Yubelia, Polisi Tetapkan Status S sebagai Saksi

Baca: 45 Artis Diduga Terlibat Prostitusi Online, Dua Muncikari Mengaku Para Artis yang Datang Sendiri

 

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Firdausi Rohmah Rizki Ananda
Sumber: Tribun Lampung
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved