Mancanegara
Kaum Haredim Mengancam akan Keluar Massal dari Entitas Israel, Disebut Bisa Picu Kepergian Netanyahu
TRIBUN-VIDEO.COM - Kaum Haredim mengancam akan keluar secara massal dari entitas Israel.
Disebut, kepergian Haredim itu bisa memicu kepergian Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Dikutip dari Al Mayadeen pada (1/4), ancaman itu disampaikan Kepala Rabi Sephardic Israel Yitzhak Yosef.
Baca: Hamas Sentil Arab soal Pembentukan Kekuatan Internasional: Jika Masuk Gaza akan Dicap Antek Israel
Yosef bukan sekadar rabi biasa.
Dia adalah putra Ovadia Yosef, pemimpin agama Partai Shas, sekutu penting pemerintahan koalisi Netanyahu.
Ancaman itu akan terjadi jika wajib militer diberlakukan.
“Kalau dipaksa wajib militer, kita semua akan pindah ke luar negeri,” kata Yosef.
Baca: UPDATE Hari ke-177 Perang Israel-Hamas: Netanyahu Setujui Perundingan Gencatan Senjata dengan Hamas
Penting untuk digarisbawahi bahwa pernyataan Yosef mempunyai bobot yang besar.
Lantaran konfrontasi yang terus menerus mengakibatkan kerugian harian bagi pasukan, yang menyebabkan ketegangan nyata pada kohesi internal mereka.
Melihat sejarah keluarga, arti dari kepergiannya akan menimbulkan dampak serius bagi pemerintah Netanyahu.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Al Mayadeen dengan judul Boiling pot: 'Israel's' ideological discord
Host: Yessy Wienata
VP: Ananda Bayu S
# Israel # Palestina # Gaza # IDF # Hamas
Reporter: Yessy Arisanti Wienata
Video Production: Ananda Bayu Sidarta
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Zelensky Tiba-tiba Ancam Israel dengan Sanksi, Tuduh Tel Aviv Beli Gandum Ukraina Hasil Curian Rusia
7 jam lalu
Konflik Timur Tengah
Israel Rilis Video Penampakan Terowongan Diduga Dibangun Hizbullah di Lebanon Selatan
7 jam lalu
Berita Terkini
Militer Israel Temukan Markas Bawah Tanah Hizbullah di Lebanon Selatan, Jaringan Luas Dihancurkan
10 jam lalu
Berita Terkini
PM Israel Netanyahu Kembali Jalani Sidang Korupsi ke-81 di Tengah Konflik Timur Tengah
11 jam lalu
LIVE UPDATE
Sebut Tindakan Iran "Ilegal", Para Pemimpin Negara Teluk Tentang Tarif Kapal di Selat Hormuz
12 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.