Terkini Daerah

Ingat Bule yang Marah-marah dan Tampar Petugas Imigrasi di Bali? Begini Nasibnya Kini

Selasa, 8 Januari 2019 13:49 WIB
Tribun Bali

TRIBUN-VIDEO.COM - Beberapa waktu lalu sempat viral video seorang turis wanita asal Inggris yang bertindak kekerasan kepada petugas imigrasi Bandra Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Turis wanita tersebut bernama Auj-e Taqaddas (42), ia melakukan perbuatan tersebut saat perjalanan dari Bali menuju Singapura pada Sabtu (28/7/2018).

Malam itu ia hendak terbang ke Singapura, tetapi ternyata masa berlaku visanya ketahuan oleh petugas telah berakhir sejak 18 Februari 2018.

Ia pun dibawa ke kantor dan dikenai denda karena melebihi masa izin tinggal alias overstay.

Selama 160 hari ia tinggal secara ilegal di Indonesia, sehingga harus membayar denda US$ 25 per harinya

Taqaddas pun marah-marah, berkata kasar, mengolok-olok, dan menampar petugas.

Enam bulan setelah kasus penamparannya viral, Taqaddas kembali marah-marah.

Kali ini Taqaddas marah marah di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (7/1/2019).

Taqaddas marah-marah karena kecewa saat mengetahui dirinya dituntut setahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait kasusnya terdahulu.

Warga Negara (WN) Inggris itu berupaya menemui majelis hakim, memprotes tuntutan jaksa.

Karena majelis hakim tak menggubris, Taqaddas melontarkan kata-kata dengan suara keras di ruang sidang.

Taqaddas pun digiring petugas keluar ruangan karena dinilai mengganggu persidangan kasus lain.

Namun rupanya tindakan petugas tersebut membuat Taqaddas semakin emosi.

Taqaddas marah-marah dan mengumpati polisi yang mengawalnya keluar ruangan.

"Jangan sentuh saya, Anda tidak berhak menyentuh saya dan Anda tidak ada kepentingan," ucap Taqaddas dengan nada tinggi sembari mengumpat petugas kepolisian yang mengawalnya keluar menggunakan bahasa Inggris.

Tak hanya kepada petugas, Taqaddas pun juga marah-marah kepada awak media yang meliputnya.

"Jangan foto saya, nanti saya hancurkan kamera Anda. Ini tidak lucu. Di mana kebenaran di negara ini. Tidak ada yang lucu," ucapnya emosi.

Dalam persidangan, Taqaddas mengungkapkan bahwa tindakannya menampar petugas imigrasi tidak salah.

Penamparan yang dilakukannya itu sudah pantas diberikan kepada petugas imigrasi di bandara karena tidak profesional.

"Karena saya bertanya berulang-ulang (soal paspor ditahan dan tidak diizinkan meninggalkan Indonesia), namun tidak dijawab petugas Imigrasi. Sebaliknya malah ditertawai, mereka malah mengambil video," jawab Taqaddas.

Tawaddas juga menyebut bahwa video penamparan tersebut adalah settingan.

"Itu bukan video asli," terangnya dengan bahasa Inggris.

Kepada majelis hakim, Taqaddas juga mempertanyakan mengapa ia tak bisa meninggalkan Indonesia.

Taqaddas menyebutkan bahwa ia sudah membawa uang Rp42 juta ke Imigrasi untuk membayar overstay atau kelebihan masa tinggal di Bali.

"Harus saudara ketahui, bahwa setelah overstay dua bulan tidak bisa dibayar dengan denda," jelas Hakim Ketua Esthar Oktavi.

Hasil sidang pun berakhir dengan Taqaddas dituntut setahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum.

Simak video di atas.(Tribun-Video.com/Alfin Wahyu Yulianto)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Bule Inggris Terdakwa Penampar Petugas Imigrasi Ngamuk Usai Dituntut Setahun Penjara, Ngaku Begini

ARTIKEL POPULER:

Ditanya Pilih Jokowi atau Prabowo, Begini Jawaban dan Saran Cak Nun

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Video Detik-detik Personel Band Seventeen Diterjang Tsunami di Banten saat Tampil, 2 Orang Meninggal

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Aprilia Saraswati
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved