Selasa, 14 April 2026

Mancanegara

Isi Percakapan Telepon Biden dan Netanyahu setelah Sempat Berselisih, Israel Dilarang Serbu Rafah

Selasa, 19 Maret 2024 11:39 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru


TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden AS Joe Biden telah mengeluarkan peringatan kepada Israel agar tidak menyerang kota Rafah yang menjadi tempat mengungsi warga Gaza.

Penasehat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan, Biden telah memperingatkan Netanyahu melalui saluran telepon.

“Presiden menjelaskan mengapa dia sangat prihatin dengan prospek Israel melakukan operasi militer besar-besaran di Rafah,” kata Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan, dikutip dari Arab News.

Dalam percakapan tersebut, Biden mengatakan serangan besar-besaran di Rafah akan menjadi sebuah 'kesalahan'.

Serangan ini dinilai akan memperburuk situasi di Gaza.

“Operasi darat besar-besaran di sana merupakan sebuah kesalahan, hal ini akan menyebabkan lebih banyak kematian warga sipil yang tidak bersalah, memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah mengerikan, memperdalam anarki di Gaza, dan semakin mengisolasi Israel secara internasional,” kata Sullivan.

Pembicaraan ini adalah kali pertama sejak keduanya sempat berselisih.

Baca: Serangan Hamas Makin Kuat, Israel Mengaku Kalah seusai 592 Tentara IDF Tewas di Jalur Gaza Palestina

Biden juga meminta Netanyahu untuk mengirim tim senior yang terdiri dari pejabat militer, intelijen, dan bantuan ke Washington.

“Hari ini, Presiden Biden meminta Perdana Menteri untuk mengirim tim antarlembaga senior yang terdiri dari pejabat intelijen militer dan kemanusiaan ke Washington dalam beberapa hari mendatang untuk mendengarkan kekhawatiran AS mengenai perencanaan Rafah Israel saat ini dan untuk menyusun pendekatan alternatif yang akan menargetkan Hamas tanpa invasi darat besar-besaran," jelas Sullivan, dikutip dari Al Mayadeen.

Netanyahu pun setuju dan akan segera mengirim delegasinya.

Penasehat Keamanan Nasional Jake Sullivan menggambarkan panggilan telepon itu sebagai 'bisnis'.

Jake Sullivan juga menjelaskan mengapa Biden dan Netanyahu tidak berbicara selama 32 hari.

Menurutnya, Biden menyimpan seruannya kepada Netanyahu dan akan mengungkapkannya ketika yakin ada momen penting.

Saat ini Biden juga memperingatkan Netanyahu untuk mengadopsi strategi yang tepat.(Tribun-Video.Com)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tak Setujui Israel Serbu Rafah, Biden Telepon Netanyahu, Peringatkan Serangan Ini adalah Kesalahan

(*)

# Rafah # Joe Biden # Netanyahu

Editor: Restu Riyawan
Reporter: Mei Sada Sirait
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Joe Biden   #Netanyahu   #Rafah

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved