Travel

Anggi Terbius Indahnya Alam Black Canyon Kawasan Petungkriyono Pekalongan

Rabu, 2 Januari 2019 23:20 WIB
Tribun Jateng

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUN-VIDEO.COM, PEKALONGAN - Libur pergantian tahun membuat kawasan wisata Petungkriyono Kabupaten Pekalongan dipadati pengunjung baik wisatawan lokal maupun dari luar daerah.

Seperti di lokasi wisata Black Canyon yang diresmikan akhir 2018 lalu, dimana dalam tempo sehari jumlah wisatawan yang datang meningkat 10 kali lipat.

Black Canyon yang menawarkan pemandangan alam berupa pegunungan yang menjadi bagian dari dataran tinggi Dieng menjadi magnet bagi para pelancong.

Ditambah lagi, jernihnya aliran Sungai Welo yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk berenang menambah daya tarik para wisatawan berkunjung.

Adapun Anggi Naila Zulfa (20) bersama Azimatul Hasanah (19) pengunjung asal Kabupaten Batang, mengaku keindahan alam di Black Canyon membuat keduanya terbius.

“Hijaunya perbukitan yang diselimuti kabut ditambah jernihnya aliran sungai di sini membuat kami semakin betah berlama-lama,” kata Anggi, Selasa (1/1/2018).

Anggi menambahkan, kebersihan di lokasi wisata Black Canyon patut dicontoh dan diterapkan di wtempat wisata lainya.

“Alamnya masih asri dan bersih, tiketnya juga terjangkau, karena kami hanya membayar Rp 3 ribu untuk kendaraan roda dua, dan tiket satu orang Rp 3 ribu, tidak rugi jauh-jauh berkunjung ke sini,” ujarnya.

Sementara itu, Hasanah menambahkan, ia penasaran setelah melihat poto keindahan alam Black Canyon di media sosial.

“Maka dari itu, saat libur kami sengaja berkunjung ke Black Canyon, ternyata benar-benar bagus walaupun baru dibuka dan harus ditungkatkan lagi fasilitasnya,” tambahnya.

Adapun Wahyono Ketua Pokdarwis Desa Kayu Puring, yang juga sebagai pengurus lokasi wisata Black Canyon memaparkan pengunjung meningkat drastis saat libur pergantian tahun.

“Dari pagi hingga siang hari sudah ada 500 an pengunjung, padahal biasanya hanya 50 an. Kami juga kaget karena Black Canyon diserbu wisatawan,” terangnya.

Wahyono mejelaskan daya tarik bagi wisatawan ada di Kedung Sipingit, dimana terdapat curug yang bisa digunakan mandi dan berenang oleh para pengunjung.

“Para pengunjung biasanya mandi atau berenang, selain itu ada yang mengabadikan momen,” imbuhnya.

Dikarenakan para pengunjung Black Canyon sering berenang, Wahyono beserta Pokdarwis selalu berjaga di area curug dan sungai yang dijadikan berenang para wisatawan.

“Walaupun pengunjung hanyu satu kami tetap berjaga, untuk mengantisipasi terjandinya hal yang tidak diinginkan. Selain itu debit air selalu kami pantau, ada anggota kami yang menagawasi di hulu sungai, jika hujan dan debit naik langsung mengabarkan ke kami,” tuturnya.(*)

ARTIKEL POPULER:

Ditanya Pilih Jokowi atau Prabowo, Begini Jawaban dan Saran Cak Nun

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Video Detik-detik Personel Band Seventeen Diterjang Tsunami di Banten saat Tampil, 2 Orang Meninggal

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Tags
   #Pekalongan   #Black Canyon   #Wisata Air
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved