Senin, 20 April 2026

PDIP Berdoa untuk Negeri di Atas Gunung Sanghyang saat Tahun Baru 2019

Selasa, 1 Januari 2019 20:14 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUN-VIDEO.COM - Sejumlah elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan merayakan tahun baru dengan sederhana di puncak Gunung Sanghyang, Tabanan, Bali.

Hasto bersama rombongan dari Jakarta, yakni Ramond Dony Adam (caleg Aceh I), Indah Nataprawira (caleg Jabar V) dan Mohammad Monib (caleg Jatim XI) diterima di Puri milik tokoh adat Bali, Sulinggih Cri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun di Kota Denpasar.

Hasto beserta rombongan lebih dulu makan siang bersama tokoh adat yang akrab disapa Ratu Bhagawan itu. Perjalanan menuju kaki Gunung Sanghyang dilanjutkan menggunakan mobil. Hasto menerangkan, tujuan naik gunung kali ini.

"Cocok melakukan refleksi akhir tahun. Apalagi tugas-tugas yang dihadapi PDI Perjuangan tidak ringan. Maka saya mohon izin juga kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, bahwa tahun baru kami rayakan sederhana di Gunung Sanghyang," ujar Hasto di Bali, Senin (31/12/2018)

Rombongan tiba pukul 15.00 di Desa Singaraja, Kecamatan Bancesari. Ratu Bhagawan beserta warga setempat, berkisar 30 orang turut menemani pendakian Hasto. Mereka memulai pendakian sekitar pukul 16.00.

Langkah demi langkah secara perlahan ditempuh untuk sampai di puncak gunung 2.087 meter di atas permukaan laut itu. Di sela langkahnya, Hasto dan Ratu kerap melempar ilmu kepada rombongan lain. Misalnya, menerangkan jenis tumbuhan yang ada di sekitar. Lalu, menjelaskan mana tumbuhan yang bisa dimakan.

"Ini pakis, ujungnya yang muda bisa dimakan," kata Hasto sembil melahap tumbuhan tersebut. Orang di sekitarnya ikut mempraktikkan hal tersebut. 

Selama pendakian, Hasto terus memimpin rombongan. Pria berusia 52 tahun ini melesat tepat di belakang Ratu. Untuk mendaki, Hasto selama satu bulan ini, tidak makan nasi.

"Saya satu bulan ini sudah tidak makan nasi dan cukup olahraga. Dari berat badan 85 kilogram, sekarang sudah 75 kilogram. Jadi badan terasa ringan," ucap dia. 

Tampaknya, bukan perkara sulit bagi Hasto mencapai puncak. Dari desa terakhir menuju puncak, perjalanan hanya memakan waktu dua jam. Sementara menurut warga setempat, perjalanan pendaki dilakukan normal selama lima jam. Hasto mengaku sudah tiga kali mendaki Gunung Sanghyang.

Untuk menyemangati para pendaki lainnya, Hasto memekikkan kata merdeka. Di samping itu, Hasto juga menceritakan perjuangan Presiden Pertama RI Soekarno di pengasingan dan PDI Perjuangan saat di luar pemerintahan. Bahwa apa yang mereka lewati hari ini, belum seberapa sakitnya dengan perjuangan Bapak Pendiri Bangsa dan partainya. 

"Merdekaaaaaa!" teriak Hasto memecah kesunyian Gunung Sanghyang.

Sang Mentari tergelincir di ufuk timur. Waktu menunjukkan pukul 18.00. Hasto tiba 30 meter di bawah puncak Gunung Sanghyang. Bersama rombongan pertama, Hasto langsung masuk ke dalam gubuk dengan Ratu. Mereka menikmati kopi menunggu yang lain datang.

Ratu sempat menyinggung Hasto adalah satu-satunya politikus yang konsisten. Meski sudah menduduki jabatan strategis di PDI Perjuangan, Hasto tidak jemawa.

"Satu-satunya elite politisi yang mau tahun baruan, capek-capek ke puncak gunung. Mungkin banyak politisi lainnya merayakan tahuan baru di hotel dan acara yang megah," tutur Ratu. 

Hasto dan lainnya berkumpul di depan api unggun untuk menunggu pergantian tahun. Beberapa di antaranya ada yang sembahyang. Setelahnya semua berkumpul di depan api unggun. 

Suhu di puncak gunung mencapai sekitar lima derajat, tetapi semuanya tampak ceria. Di penghujung pukul 00.00 WIT, Hasto memanjatkan doa. Membuka doa, Hasto memanjatkan negara damai dan rukun. Dia mengharapkan perpecahan dan hoaks tidak lagi menjamur di negeri ini. 

Hasto juga meminta kepada Yang Kuasa agar banyak pemuda mengikuti semangat Bung Karno. Selain itu mendoakan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar sehat selalu. 

Terakhir, Hasto mendoakan Joko Widodo - Ma'ruf Amin bisa menang di Pilpres 2019. Jokowi - Ma'ruf diharapkan bisa tabah dan sabar atas serangan fitnah dan hoaks. 

"Secara khusus kami mendoakan ibu Megawati Soekarnoputri, beliau memimpin PDI Perjuangan, kemudian mendoakan pak Jokowi dan Ma'ruf Amin agar dalam menghadapi tantangan-tantangan, termasuk hoaks dan fitnah, kedua pemimpin itu tetap kokoh dalam menjaga prinsip kehidupan berbangsa dan negara, yaitu pancasila," ujar Hasto.

Sesuai doa tersebut dibacakan, rintik hujan membasahi puncak Gunung Sanghyang. Bagi Ratu, fenomena alam itu bukti Yang Kuasa mengabulkan permintaan umat-NYA. 

Sementara itu, Caleg DPR Dapil Aceh I, Ramond Dony Adam, mengatakan kenangan refleksi malam Tahun Baru di puncak Gunung Sanghyang ini takkan pernah dia lupakan. Meski sangat kelelahan, dia mengaku, banyak hikmah yang bisa diambil dari pendakian ini.

“Saya diajarkan untuk berempati, termasuk saat merayakan malam Tahun Baru. Ketika masih ada saudara-saudara kita yang menderita karena bencana Selat Sunda, sudah sewajarnya kita merayakan pergantian tahun dengan kesederhanaan, yakni refleksi di gunung serta berdoa untuk bangsa dan negara,” ujarnya.(*)

Editor: Novri Eka Putra
Reporter: Dennis Destryawan
Videografer: Dennis Destryawan
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved