TRIBUNNEWS UPDATE
Mantan Komisioner KPU Hadar Nafis Dukung Hak Angket DPR, Sebut KPU Penyebab Pemilu 2024 Rusak
TRIBUN-VIDEO.COM - Mantan Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mendukung DPR untuk menggulirkan hak angket penyelidikan dugaan kecurangan pemilu.
Hadar menilai pelaksanaan pemilu 2024 berjalan kacau.
Menurutnya KPU menjadi salah satu penyebab Pemilu 2024 rusak.
Pernyataan itu disampaikan Hadar di Jakarta pada Sabtu (2/3).
Hadar menyebut kekacauan perhitungan suara pada Sirekap KPU merupakan ujung dari permasalahan penyelenggaraan pemilu.
“Sirekap hanya di ujung permasalahan, ini lebih pada persoalan teknis. KPU bukan penyelenggara yang mandiri, akhirnya kerja mereka banyak yang tidak seharusnya, bahkan memanipulasi data,” tegas Hadar.
Ia mengungkap sejumlah tindakan KPU yang membuat penyelenggaraan pemilu 2024 rusak.
Di antaranya adalah memanipulasi data parpol pada saat verifikasi peserta pemilu 2024.
Hadar mengatakan ada parpol yang semestinya tidak lolos syarat tetapi diloloskan dan bisa ikut pemilu.
Bukti terkait kecurangan tersebut kemudian diserahkan ke Komisi II DPR.
Oleh karena itu Hadar mendukung adanya hak angket DPR untuk menyelidiki penyelenggara pemilu yakni KPU.
Menurutnya KPU harus bertanggungjawab atas kekacauan yang terjadi dalam pemilu 2024. (Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hadar Nafis Gumay Dukung Hak Angket DPR Selidiki KPU
Reporter: Umi Wakhidah
Video Production: Ni'amu Shoim Assari Alfani
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik AS-Iran: Debat Panas soal Perang Iran, Misi Khusus Trump & Putin soal Nuklir Iran
4 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Fakta-fakta Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo di Bekasi, Taksi Sudah Disetop Tapi Memaksa Maju
5 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Heboh Polisi Teler Diduga Pakai Vape Isi Narkoba Viral, Nasib Kompol DK Kini Dipatsus Polda Sumut
5 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Pesan Audio Ketua Parlemen Iran: Bongkar Rencana Trump Ingin Teheran Menyerah Lewat Tekanan
5 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
IAEA Peringatkan Risiko Nuklir Meningkat! Minta Penghentian Serangan di Kawasan demi Keamanan
6 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.