Minggu, 26 April 2026

Terkini Daerah

Forum BEM se-DIY Minta Pemilu 2024 Diulang, Bongkar 4 Kejanggalan dan Kecurangan Pilpres

Kamis, 22 Februari 2024 18:32 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mengumpulkan data-data terkait dugaan kecurangan Pemilu.

BEM se-DIY (FBD) mengungkapkan hasil pemantauan Pilpres dan Pileg yang penuh kecurangan.

Sejumlah mahasiswa tersebut menuntut adanya Pemilu ulang yang diungkapkan saat konferensi pers di Banguntapan, Bantul, Rabu (21/02/2024).

Koordinator FBD, Gunawan Haramin menyatakan bahwa demokrasi, yang seharusnya menjadi sarana bagi suara rakyat untuk menyalurkan harapannya.

Namun kini tercemar oleh tangan-tangan yang tidak bermoral dan bertanggung jawab.

Sehingga pada proses penyelenggaraan Pemilu 2024 ini Forum BEM DIY melakukan tinjau fakta di lapangan dan analisis basis data secara mendalam.

Hasilnya, betapa banyak permasalahan dan pelanggaran yang terjadi.

"Pertama temuan kejanggalan sistem penghitungan suara KPU dari tim IT Forum BEM DIY, yakni Sirekap dan pemilu2024.kpu.go.id," ujarnya.

Secara rinci, kata Gunawan, pada tanggal 20 Februari, KPU mengakui ada 1.223 TPS salah input rekapitulasi Pilpres 2024 di Sirekap.

Padahal temuan pihaknya pada hari Sabtu tanggal 17 Februari ada kesalahan Input data rekapitulasi Pilpres 2024 di Sirekap KPU 2.447 TPS.

Baca: Suara Ganjar Makin Terkikis di Real Count Pilpres 2024, Anies-Cak Imin Jadi 24.08%, Prabowo 58.91%

Menurutnya, anomali data tersebut masih berpotensi bertambah karena proses scraping masih terus berjalan.

Selanjutnya, hanya input data Pilpres yang tidak bisa direvisi, sekali input langsung dianggap final.

"Tapi input data DPR, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan DPD bisa direvisi. Kenapa berbeda? Kejanggalan data digital ini bukan disebabkan kesalahan yang dilakukan oleh manusia atau kesalahan sistem," ucapnya.

Gunawan menilai kejanggalan ini bersifat algoritmik.

Patut diduga sistem KPU sudah direkayasa sejak awal untuk memenangkan calon tertentu.

"Patut diduga, sistem ini sengaja dibuka back door-nya atau disiapkan pintu belakang untuk dibobol oleh pihak tertentu untuk mengubah hasil Pemilu/Pilpres," katanya.

"Jika benar demikian, maka timbul pertanyaan besar untuk KPU. Siapa yang merancang dan mengendalikan semua ini?," imbuh Gunawan.

Dikatakan, kejanggalan selanjutnya adalah server di luar negeri.

Gunawan beberapa pakar mengungkap bahwa server untuk sistem di KPU itu justru berada di luar negeri.

"Penyimpanan data di luar negeri ini jelas-jelas melanggar Peraturan Pemerintah nomor 71 Tahun 2019 Pasal 20 ayat 2 yang menyatakan penyelenggara sistem elektronik lingkup publik wajib melakukan pengelolaan, pemrosesan, dan/atau penyimpanan sistem elektronik dan data elektronik di wilayah Indonesia," ujarnya.

Berdasarkan temuan tersebut, Forum BEM DIY menuntut Pilpres dan Pileg diduga kuat telah direkayasa sejak awal untuk memenangkan capres dan calon legislatif tertentu.

Maka demi tegaknya demokrasi, mereka mengungkapkan hasil Pilpres dan Pileg 2024 harus dibatalkan.

"Kedua, memecat dan mengganti seluruh komisioner KPU karena terbukti gagal melaksanakan pemilu secara jujur dan adil. Ketiga pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2024 ulang di seluruh wilayah Indonesia," ucapnya.

Apabila tuntutan tidak terpenuhi, Gunawan mengaku forum yang berasal dari BEM 52 kampus di DIY bakal melakukan aksi turun ke jalan.

(Tribun-Video.com/ Tribunnews.co)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Forum BEM se-DIY Suarakan 4 Kejanggalan dan Dugaan Kecurangan Pemilu 2024 

# Yogyakarta  # BEM # mahasiswa

Editor: Restu Riyawan
Reporter: Yustina Kartika Gati
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #mahasiswa   #BEM   #Yogyakarta

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved