Kamis, 30 April 2026

LIVE UPDATE

Kantor Staf Presiden Nilai Subsidi BBM yang Bakal Dipangkas demi Makan Siang Gratis Bukan Hal Baru

Selasa, 20 Februari 2024 19:01 WIB
Warta Kota

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM- Capres dan cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mewacanakan untuk memangkas sebagian atau membatasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan elipiji.

Hal itu dilakukan Prabowo-Gibran, untuk mendanai janji mereka yakni program makan siang gratis bagi seluruh anak dan ibu hamil.

Terkait dengan hal tersebut, Deputi III Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Eddy Priyono menyebut, upaya membuat subsidi energi diperketat agar tepat sasaran bukan hal yang baru.

Eddy Priyono turut mengapresiasi wacana kubu Prabowo-Gibran apabila ke depannya akan membuat subsidi BBM dan elpiji 3 kilogram lebih tepat sasaran.

"Poin saya adalah sudah ada langkah agar subsidi energi tepat sasaran, supaya anggaran tepat sasaran, berarti dikurangi. Itu terlepas dari yang direncanakan Pak Prabowo dan timnya ya. Upaya membuat subsidi energi diperketat itu bukan hal baru," ujar Eddy di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (19/2/2024).

"Listrik sudah baik kan itu, meteran cuma 450 (VA) dan 900 (VA). Jadi ada upaya untuk membuat subsidi tepat sasaran. Kalau tepat sasaran anggaran bisa dikurangi dan bisa digunakan untuk hal lain yang lebih produktif dan mendukung program sosial produktif. Kita akan senang jika subsidi energi dibuat tepat sasaran. BBM dan elpiji khususnya. Jadi terlepas dari sana ya," jelasnya.

Meski demikian, Eddy Priyono enggan memberikan komentar perihal langkah pemangkasan subsidi BBM tepat atau tidak apabila dialihkan untuk program makan siang gratis.

Pasalnya menurut Eddy, dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak ada program yang hendak dilakukan pasangan Prabowo-Gibran.

"Saya enggak bisa komentar kalau itu. Kalau itu kan Pak Jokowi enggak program itu. Kalau membuat tepat sasaran dan ada anggaran subsidi yang dihemat itu oke gitu kan. Apalah tepat buat makan siang gratis silakan saja," kata Deputi KSP yang menangani bidang ekonomi itu.

Meski demikian, Eddy mengakui bahwa subsidi BBM dan elpiji 3 kilogram selama ini justru banyak dimanfaatkan oleh masyarakat menengah atas.

Terutama warga yang menggunakan kendaraan mobil pribadi.

Bahkan, elpiji 3 kilogram pun masih banyak dipakai masyarakat yang tinggal di apartemen mewah.

"Subsidi ini banyak dikritik kadena banyak orang kaya yang nikmati juga, yang tinggal di apartemen bagus-bagus itu, belinya kan 3 kilogram, Jadi intinya subsidi elpiji dianggap ketidaktepatan karena skema nya semua bisa beli," tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Eddy Soeparno turut menyoroti program makan siang gratis oleh Prabowo-Gibran.

Menurut Eddy Soeparno program makan siang gratis akan berdampak pada pembatasan warga yang menikmati subsidi BBM dan elpiji 3 kilogram.

Dengan efisiensi tersebut, Prabowo-Gibran hendak memastikan bahwa penerima subsidi BBM dan elpiji 3kg tepat sasaran.

Sehingga nantinya anggaran untuk menyubsidi energi dengan sendirinya bisa terpangkas dan dialihkan ke program makan siang gratis.

Eddy Soeparno juga menyabut, subsidi BBM Pertalite dan elipiji 3kg yang menelan anggaran negara besar-besaran, justru selama ini lebih banyak dinikmati masyarakat mampu.

(Trbun-Video.com/WartaKotalive.com)

Host: Adilla Risna
Vp: Yohanes Anton

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Prabowo Bakal Kurangi Subsidi BBM untuk Makan Siang Gratis, Kantor Staf Presiden: Bukan Hal Baru

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Warta Kota

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved