Kamis, 30 April 2026

Mata Lokal Memilih

Fahri Hamzah Ungkap 3 Faktor Prabowo-Gibran Banyak Kantongi Suara di Quick Count: Efek Jokowi

Jumat, 16 Februari 2024 14:00 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM- Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah, membeberkan tiga faktor yang menyebabkan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul dalam versi quick count (hitung cepat).

Fahri menyatakan, faktor pertama ialah adanya ide persatuan, rekonsiliasi, serta keberlanjutan dari program-program pemerintahan.

Lalu, yang kedua, adanya koalisi besar partai-partai yang mendukung Prabowo-Gibran.

Menurutnya, hal itu memperlihatkan bahwa pendukung pasangan nomor urut 2 berasal dari berbagai macam kelompok.

Kemudian, yang ketiga, bersatunya tokoh-tokoh hebat di dalamnya seperti Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca: Pose Unik & Nyeleneh Jadi Keberuntungan Komeng, Ada 2 Orang Ini di Balik Pencalonan Jadi Calon DPD

"Koalisi besar kita ini betul-betul koalisi kesadaran, semua kelompok ada di sini sebab ikatannya kuat, perkawinannya tidak ada paksaan, di tempat lain agak terpaksa."

"Dan alhamdulillah terakhir kita memiliki tokoh-tokoh hebat," papar Fahri, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (15/2/2024), dilansir WartaKotalive.com.

Menurut Fahri, meski Prabowo dan Jokowi pernah bersaing pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019, namun keduanya bersatu pada pemilihan umum 2024.

Lantas, hal itu mampu mendapatkan hati rakyat Indonesia dan unggul dalam hasil hitung cepat.

"Mustahil peristiwa ini ada dan angkanya begitu menakjubkan. Jadi kalau hati dua tokoh bangsa (Prabowo dan Jokowi) yang bertarung 2014 dan 2019, tidak ada niat besar untuk satukan bangsa ini dalam transisi di mana Indonesia memerlukan situasi baru bahwa kita harus bersatu. Jadi niat baik dua tokoh besar ini yang bisa satukan kita," tegasnya.

Terkini, perihal pencapaian Prabowo-Gibran, Fahri Hamzah meminta seluruh masyarakat Indonesia bisa tenang dan berdamai dengan pilihannya.

Baca: Jagoannya Terkapar Dilibas Prabowo di Kandang Banteng, Sekjen PDIP: Anomali, Ada Gerakan Bawah

"Semoga hari ini bangsa kita tenang, dan berdamai dengan pilihan. Ini adalah hari yang penting, hari ketika kita mengasihi bangsa sendiri yang ingin menjadi superpower baru yang melindungi, memajukan, mencerdasakan, dan ikut serta dalam perdamaian dunia,” ucap mantan Wakil Ketua DPR RI itu.

Sebagai informasi, capres nomor urut 2, Prabowo Subianto berjanji bersama pasangannya Gibran Rakabuming Raka akan menjadi presiden dan wakil presiden bagi seluruh rakyat Indonesia dan merangkul semua unsur dan kekuatan.

Pria yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan itu pun mengingatkan, bahwa dirinya bersama Gibran dan Koalisi Indonesia Maju (KIM) berjanji akan mengayomi, melindungi, dan membela seluruh rakyat Indonesia.

"Prabowo-Gibran dan seluruh KIM akan merangkul semua unsur dan semua kekuatan," ujar Prabowo dalam pidato politiknya di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2024).

Sang Menhan pun menyebut, Prabowo-Gibran bersama KIM bakal membentuk pemerintahan yang bekerja untuk semua suku, etnis, kelompok, agama hingga berbagai latar belakang sosial di lapisan masyarakat Indonesia.

"Apapun sukunya, kelompok, etnisnya, rasnya, apapun agamanya, latar belakang sosialnya, seluruh rakyat Indonesia akan jadi tanggung jawab kami untuk menjaganya," tegasnya.

"Kami akan menyusun tim pemerintahan yang terdiri dari putra dan putri terbaik bangsa Indonesia," lanjut Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga mengingatkan para pendukungnya agar tidak jumawa dan selalu memantau hasil penghitungan resmi KPU untuk Pilpres 2024.

Baca: Bawaslu Temui Dugaan Pelanggaran Pemilu, Ada Diduga Mobilisasi hingga Intimidasi di Ribuan TPS

"Saudara-saudara, kita harus tetap tunggu hasil resmi KPU. Kita yakin demokrasi Indonesia berjalan dengan baik. Rakyat yang menentukan, rakyat berhak untuk mendapat pemimpin yang mereka kehendaki," kata Prabowo.

Pihaknya mengajak semua pihak yang berbeda pilihan saat kampanye selama tiga bulan terakhir, untuk kembali bersatu.

"Sekarang kampaye telah selesai, kita harus bersatu kembali. Mari kita lupakan kata-kata yang kasar. Bertengkar jangan menjadi perpecahan yang lama-lama," ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan, hasil quick count yang menunjukkan kemenangan satu putaran patut disyukuri.

Meski demikian, harus tetap rendah hati dan menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Walaupun kita bersyukur, kita tidak boleh sombong. Kita tidak boleh jumawa. Kita tidak boleh euforia, kita tetap harus rendah hati. Kemenangan ini harus menjadi kemenangan untuk seluruh rakyat indonesia," katanya.

“Saudara-saudara sekalian kita harus tetap tunggu hasil resmi KPU. Kita yakin demokrasi Indonesia berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Menurut Prabowo, kemenangan tersebut juga harus jadi kemenangan bagi rakyat Indonesia.

Terkini, Prabowo pun bersyukur dan berterima kasih atas kerja sama seluruh pihak lantaran pemilu dapat berlangsung dengan damai dan tertib.

"Kita bersyukur pemilihan umum terbesar di dunia dengan aman tertib, dengan tidak ada ketegangan, kekisruhan di seluruh nusantaran yang kita cintai ini," ucapnya.

"Untuk itu, atas nama tim kampanye nasional Prabowo-Gibran dan atas nama KIM, berterima kasih sebesar-besarnya seluruh jajarannya dan seluruh tingkatan termasuk Bawaslu yang telah menyelenggarakan pemilu dalam keadaan lancar dan sukses," imbuhnya.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Host: Adilla Risna
VP: Latif

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fahri Hamzah Beberkan 3 Faktor Prabowo-Gibran Bisa Unggul Versi Quick Count

# Fahri Hamzah # Prabowo-Gibran # Jokowi Effect # quick count


Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved